JAYAPURA (KT) – Walikota Jayapura mengungkapkan kesedihannya saat harus menutup Pasar Central Hamadi, Pasar Ikan dan 4 titik pemukiman masyarakat di Kelurahan Hamadi dan Entrop, Selasa (12/5/2020).
“ Bapa sayang kalian, bapa ingin semua rakyatku sehat walafiat, bapa tidak ingin rakyatku yang meninggal dunia karena wabah ini,” kata BTM.
Penutupan Pasar serta sejumlah lokasi pemukiman masyarakat bukan tanpa alasan. Kata BTM, langkah ini harus diambil, agar pemerintah cepat mengetahui orang-orang yang terinfeksi untuk segera dilakukan tindakan medis.
“Saya minta ikuti apa yang kita mau, agar semua sehat, penjual sehat, pembeli sehat, kita lakukan langkah ini agar dengan cepat kita mengetahui, apakah virus itu ada atau tidak, jika kita sudah mengetahui itu maka kita obati dan cepat sembuh, sebaliknya jika penanganannya lama, maka akan semakin parah, timbul korban,” kata BTM.
Lanjut BTM, keputusan pemerintah menutup pasar serta beberapa lokasi di kelurahan Hamadi dan Entrop hanya bersifat sementara, meski surat Perindagkop, penutupan dilakukan sejak hari ini hingga 26 mei mendatang.
“Saya pikir itu terlalu lama, untuk itu mari bantu, tidak satupun orang terlewatkan untuk diperiksa, semua harus dan wajib, hari ini kalau ada yang reaktif, akan dibawa ke Hotel Sahid, saya minta ketulisan dan kerelaan hati semua,” jelasnya.
Apa yang pemerintah lakukan, adalah langkah memutuskan mata rantai penyebaran Wabah Covid-19, sehingga BTM terus mengingatkan dan menghimbau masyarakat yang berada di 6 lokasi tersebut, agar tetap dirumah, jangan berkumpul, ikutlah seruan serta himbauan pemerintah.
“ Kalau semua sehat, penutupan pasar ini tidak sampai tanggal 26, saya juga pahami masyarakat butuh hidup dan makan terutama untuk merayakan Idul Fitri,” katanya sembari meminta dukungan dan bantuan dari RT/RW disetiap lokasi. (TA)












