Timika, (KT)– Komitmen Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua melalui pendekatan yang menyentuh hati mendapat sambutan hangat. Tokoh agama di Kabupaten Mimika secara terbuka memuji langkah aparat yang lebih mengedepankan dialog dan sisi humanis dalam menjalankan tugasnya di lapangan (11/05/2026).
Apresiasi tersebut salah satunya datang dari Gembala GMS Timika, Iwan Sumandak. Ia menilai kehadiran personel Operasi Damai Cartenz saat ini memberikan warna baru dalam menjaga keamanan—sebuah perpaduan antara ketegasan menjaga hukum dan kelembutan dalam merangkul masyarakat.
Kehadiran yang Membawa Rasa Aman
Menurut Iwan, aparat bukan lagi sekadar simbol penegakan hukum, melainkan hadir sebagai mitra masyarakat yang membawa pesan persaudaraan.
“Amo longo, nima wetimi, saipah. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Operasi Damai Cartenz. Mereka bekerja dengan keberanian dan pengorbanan, namun tetap mengedepankan hati dalam melindungi warga,” tutur Iwan Sumandak.
Ia menambahkan bahwa masyarakat di Timika merasakan langsung dampak positif dari pola komunikasi yang terbuka. Fokus pada kepedulian dan kasih dinilai efektif dalam meredam ketegangan serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi keamanan.
Seruan Menjaga Harmonisasi Sosial
Tak hanya memuji, Iwan Sumandak juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan umat beragama di Papua untuk aktif berkontribusi dalam menjaga kondusivitas wilayah. Beberapa poin utama yang ditekankan antara lain:
• Memperkuat Toleransi: Menjadikan perbedaan sebagai kekayaan untuk menjaga keharmonisan.
• Kolaborasi Aktif: Mengajak warga bergandengan tangan dengan aparat untuk menolak segala bentuk kekerasan.
• Menjadi Terang: Mendorong setiap individu menjadi pelopor kedamaian di lingkungan masing-masing, khususnya di Kota Timika.
Strategi Komunikasi Dua Arah
Sepanjang tahun 2026, Operasi Damai Cartenz memang konsisten menerapkan strategi komunikasi dua arah. Melalui koordinasi intensif dengan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, operasi ini berhasil menciptakan stabilitas yang lebih berkelanjutan.
Dukungan kuat dari tokoh agama ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi masyarakat luas untuk terus merawat persatuan. Dengan sinergi yang solid, cita-cita mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang dirasakan bersama.












