Menjaga Papua dengan Hati dan Hukum: Adi Mambrasar Apresiasi Dua Sisi Peran Satgas Damai Cartenz

Jayapura, (KT) – Pendekatan ganda yang diterapkan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz di tanah Papua terus mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Kali ini, apresiasi datang dari tokoh muda Papua, Adi Mambrasar, yang menilai Satgas berhasil menyeimbangkan antara aksi kemanusiaan yang hangat dan penegakan hukum yang tanpa kompromi.

Menurut Adi, kehadiran Satgas di tengah masyarakat tidak melulu soal senjata dan pengamanan ketat, melainkan juga tentang kontribusi nyata yang menyentuh langsung hajat hidup warga lokal.

Sisi Humanis: Menjangkau Kebutuhan Mendasar Masyarakat
Melalui berbagai program sosial, Satgas Damai Cartenz dinilai berhasil membangun jembatan kepercayaan dengan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang membutuhkan perhatian ekstra.

Beberapa program unggulan yang disorot meliputi:
Pelayanan Kesehatan Gratis: Memberikan akses medis langsung ke kampung-kampung.
Dukungan Pendidikan: Membantu mengajar dan menyediakan fasilitas belajar bagi anak-anak Papua.
Bakti Sosial: Penyaluran bantuan yang meringankan beban ekonomi warga sehari-hari.

“Program pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan sosial lainnya yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat Papua,” ungkap Adi Mambrasar dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa langkah humanis ini adalah strategi paling positif untuk merajut hubungan yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan antara aparat keamanan dan warga setempat.

Ketegasan Hukum demi Stabilitas dan Kedamaian
Di sisi lain, Adi juga memberikan poin plus atas ketegasan Satgas dalam hal menjaga ketertiban umum. Baginya, rasa aman tidak akan tercipta tanpa adanya hukum yang ditegakkan secara adil.

Ia menekankan bahwa operasi penegakan hukum yang dilakukan Satgas selama ini berada di jalur yang tepat karena memenuhi tiga prinsip utama:
1 Profesional: Berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2 Terarah: Menyasar langsung pada sumber gangguan keamanan.
3 Terukur: Menghindari dampak negatif yang tidak perlu bagi warga sipil.

“Penegakan hukum yang dilakukan secara profesional menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Papua,” tegasnya.

Harapan untuk Masa Depan Papua
Menutup pernyataannya, tokoh muda ini berharap agar sinergi antara pendekatan humanis dan penegakan hukum ini tidak kendor dan terus berlanjut. Konsistensi dari Satgas Operasi Damai Cartenz diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan masa depan Papua yang tidak hanya aman dan damai, tetapi juga tumbuh sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *