JAYAPURA, (KT)– Eskalasi gangguan keamanan di wilayah pegunungan Papua memicu reaksi keras dari berbagai elemen sipil. Pemerhati Kedamaian Papua, Max Johan Dwemanser, secara tegas mengecam rangkaian aksi kekerasan yang dinilai telah melampaui batas dan mencederai hak-hak dasar masyarakat untuk hidup tenang.
Menurut Max, tindakan sabotase keamanan yang dilakukan kelompok-kelompok separatis tidak hanya menciptakan ketakutan, tetapi juga melumpuhkan sendi-sendi kehidupan mulai dari aktivitas ekonomi hingga pelayanan publik yang vital.
Sorotan Wilayah Terdampak Konflik
Dalam keterangannya di Jayapura pada Senin (02/03/2026), Max mengidentifikasi beberapa titik panas yang membutuhkan perhatian serius akibat gangguan keamanan yang persisten, di antaranya:
• Kabupaten Boven Digoel & Wilayah Korowai
• Kabupaten Yahukimo
• Kabupaten Puncak Jaya
“Situasi di wilayah pegunungan ini sangat memprihatinkan. Kami mengutuk segala bentuk kekerasan yang menjadikan warga sipil sebagai korban dan menghambat laju pembangunan yang sedang diupayakan pemerintah,” tegas Max.
Dukungan Penuh untuk Penegakan Menanggapi situasi tersebut, Max menyatakan dukungan tanpa ragu terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Ia menilai penegakan hukum yang tegas adalah satu-satunya jalan untuk memulihkan wibawa negara dan rasa aman warga.
• Apresiasi untuk Aparat: Max memuji dedikasi personel di lapangan yang tetap bersiaga di medan sulit pegunungan demi memastikan aktivitas masyarakat tidak lumpuh total.
• Tegakan Aturan: Ia meminta agar setiap pelaku kekerasan diproses sesuai hukum yang berlaku di NKRI tanpa kompromi.
• Pendekatan Taktis: Mendukung tindakan tegas namun tetap terukur guna meminimalisir dampak bagi warga yang tidak bersalah.
Seruan Persatuan: Kedamaian adalah
Tanggung Jawab Kolektif
Di akhir pernyataannya, Max mengingatkan bahwa keamanan Papua tidak bisa hanya dibebankan pada pundak TNI dan Polri semata. Perlu ada sinergi dari seluruh elemen masyarakat untuk membentengi diri dari provokasi yang memecah belah.
“Kedamaian bukan sekadar slogan, tapi tanggung jawab kita bersama. Jangan biarkan isu-isu negatif merusak persatuan. Mari kita jaga Papua tetap kondusif demi masa depan generasi mendatang yang lebih baik,” pungkasnya.












