Bank Papua Tetap Sponsor Utama Persipura

Bank Papua Tetap Sponsor Utama Persipura

JAYAPURA – Kawattimur, Komisaris Utama Bank Papua Herry Dosinaen memastikan bahwa Bank Papua akan tetap menjadi sponsor klub Persipura Jayapura pada musim kompetisi 2019.

Bahkan selain Persipura, Bank Papua juga akan memperhatikan tiga klub sepakbola lainnya yang akan berlaga di kompetisi Liga 1 lainnya yakni Perseru Serui, Liga 2 PSBS Biak dan Persewar Waropen untuk menjadi sponsor ketiga tim tersebut.

“Persipura sudah menjadi ikon sepak bola Nasional di Indonesia bahkan Asia, sehingga Bank Papua tetap menjadi sponsor bagi tim Mutiara Hitam, sehingga dalam waktu dekat kita akan melakukan dapat direksi terkait sponsor bagi Persipura Jayapura, bahkan untuk tim lain,” tegas Herry saat ditemui para awak media di Jayapura, Senin 7 Januari 2019.

Menurut Herry, musim ini, Bank Papua juga pasti menaikkan nilai sponsor dari musim sebelumnya, setelah dilakukannya rapat dewan komisaris, direksi dan manajemen Persipura guna memutuskan nilai sponsor bagi tim berjuluk mutiara hitam Persipura Jayapura,” ujarnya.

Herry yang juga selaku Sekda Papua, menghimbau juga kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lain di Papua untuk ikut ambil bagian mendukung tim Persipura Jayapura. “Tidak hanya Bank Papua, BUMD lainnya perlu ikut ambil bagian untuk mendukung tim sekelas Persipura,” tuturnya.

Ditambahkan, bukan saja Persipura, Bank Papua juga akan memperhatikan klub-klub Papua lainnya. “Untuk klub Papua lain yang berkompetisi di liga 1 dan 2, kita tidak menutup mata, nanti akan kita bicarakan semua dalam rapat direksi,” ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya Direktur Operasional Bank Papua, Isak Wopari menegaskan saat ini pihaknya masih berada ditahap perundingan untuk menentukan nominal sponsorship untuk Persipura Jayapura menyusul adanya desakan dari pemilik modal Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano yang juga Ketua Umum Persipura Jayapura di musim ini.

“Beliau baru sampaikan kepada media permintaannya, namun kami pihak manajemen komisaris, direktur belum melakukan komunikasi dan mediasi dan kami harap Walikota Jayapura bisa memahami dikarenakan Bank Papua saat ini dalam tahap pemulihan,” ujarnya.

Ia mengaku kesulitan memenuhi keinginan Walikota Jayapura yang meminta sponsorship Rp15 milyar. Menurutnya kemampuan Bank Papua hanya Rp 8-10 miliar.

“Tahun lalu kita kasih Rp8 milyar, kami harap naiknya antara Rp10-12 miliar ditahun mendatang, dengan Rp8-10 milyar nantinya tidak ada ada masalah dalam operasional lagi,” katanya. (get)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *