Bupati Dan Sekda Nduga Diminta Perjelas Penggunaan Dana Covid-19

  • Whatsapp
Masyarakat Distrik Yigi Saat Foto Bersama Usai Memberikan Keterangan Kepada Media

Wamena (KT) – Masyarakat Kabupaten Nduga meminta Bupati dan Sekda Kabupaten Nduga segera mempertangungjawabkan dan menjelaskan rincian penggunaan dana Covid-19 Kabupaten Nduga sebesar 8 Miliar dihadapan masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat asal Distrik Yigi, Aninias Gwijangge, Sabtu (24/5/2020) di wamena mengakui, hingga saat ini dana sebesar 8 Miliar untuk penanganan Covid-19 belum jelas penggunaannya.

Read More

Sehingga Bupati dan Sekda Nduga diharapkan hadir di Kompleks Weneroma Wamena Jayawijaya untuk menjelaskan penggunaan dana Covid-19 yang katanya sudah digunakan.

Selain itu, Aninias yang juga mewakili masyarakat menolak semua bantuan yang sudah disalurkan kepada masyarakat oleh pemerintah Kabupaten Nduga.

Diakuinya, sejak 2018 hingga tahun 2020 ini, terutama pada masa Wabah Covid-19, Pemerintah Nduga tidak pernah memberikan perhatian kepada masyarakat Pengungsi yang ada di Wamena dan beberapa Kabupaten Pegunungan.

Bupati Dan Sekda Nduga Gunakan Dana Covid-19

Kepala Suku Amias Lilbib menyebutkan, dana sebesar 8 Miliar untuk Covid-19 Kabupaten Nduga sudah diketahui oleh masyarakat banyak, namun telah digunakan oleh Bupati dan Sekda Nduga.

Sehingga selaku Kepala Suku, dirinya meminta agar Bupati dan Sekda Nduga segera hadir di Wamena untuk mempertangungjawabkan penggunaan dana Covid-19 Kabupaten Nduga.

“Kami mau Bupati dan Sekda Nduga datang dan menjelaskan depan masyarakat,” ungkap Amias.

Pemerintah Nduga Harus Transparan Kepada Masyarakat

Mewakili Mahasiswa Kabupaten Nduga, Ise Gwijangge meminta kepada Pemerintah Kabupaten Nduga untuk lebih transparan terutama dalam mengelola dan membelanjakan Dana Covid-19 Kabupaten Nduga.

Dirinya meminta adanya keterlibatan perwakilan masyarakat untuk membelanjakan dana Covid-19, terutama membelanjakan kebutuhan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kenapa Pemerintah ambil alih dan tidak transparan terus ambil alih seperti ini,” kata Ise.

Mahasiswa Nduga sangat tidak setuju dengan apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Nduga, sehingga mahasiswa meminta agar Bupati dan Sekda Nduga segera menjelaskan penggunaan dana 8 Miliar.

Pemda Adalah Perpanjangan Tangan Tuhan

Ditempat yang sama, Salah satu tokoh gereja Asal Kabupaten Nduga, Welemus Kogoya mengharapkan agar pemerintah dapat melihat masyarakat Kabupaten Nduga yang ada di daerah pengungsian dan seluruh Wilayah Kabupaten Nduga.

Menurutnya, Pemerintah adalah perpanjangan tangan Tuhan, sehingga layak untuk memperhatikan masyarakat Nduga.

Selaku hamba Tuhan, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Nduga, dalam hal ini Bupati dan Sekda Nduga untuk dapat menjelaskan terkait dana Covid-19 sebesar 8 Miliar.

Sehingga masyarakat akan merasa puas, karena jika tidak dipertanggungjawabkan maka masyarakat akan semakin tidak senang dengan Pemerintah.

DPRD Akan Panggil Bupati dan Sekda Nduga

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Nduga, Arol Nirigi mendukung aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Nduga.

Diakuinya, DPRD akan segera memanggil Bupati dan Sekda Kabupaten Nduga untuk nantinya akan dipertemukan dengan masyarakat.

Tujuannya agar, Dana sebesar 8 Miliar untuk penanganan Covid-19 dapat dipertanggungjawabkan atau dijelaskan dihadapan masyarakat.

Diakui, selama masa Covid-19, Pemda jalan sendiri tanpa melakukan koordinasi dengan DPRD Nduga, sehingga lembaga Legislatif sangat mendukung aspirasi yang disampaikan masyarakat.

DPRD Nduga juga meminta adanya kejelasan Penggunaan anggaran terutama dana Coivd-19.

“Sangat perlu ada penjelasan dari Bupati dan Sekda terutama dinas Sosial dan Dinas BPBD Nduga, agar ada pemerataan dalam penyaluran bantuan,” kata Ketua Komisi C DPRD Nduga.

DPRD juga sangat kesal dengan pelayanan yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nduga.(NP)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *