Wamena (KT) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2023 mendatang akan menyelenggarakan Festival Budaya Lembah Balim (FBLB).
“Kalau tempat kami akan lihat, karena situasi ini, yang di Walesi itu sudah permanen, jadi kita akan lihat bagaimana kita akan lakukan itu dan kita Pemerintah yang akan biaya itu,” ungkap Bupati Kabupaten Jayawijaya.
Menurut Bupati, FBLB merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, namun karena dampak dari Pandemi Covid-19, sehingga pelaksanaan FBLB di tahun 2020 dan 2021 tidak dapat dilaksanakan, sehingga untuk tahun 2023 mendatang, pelaksanaan FBLB akan normal kembali dilaksanakan.
Untuk pelaksanaan Mini FBLB Tahun 2022, Bupati Jayawijaya meyebutkan, semua persiapan dan pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh 10 Kelompok Obyek Wisata dan 6 Distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya, dimana Pemerintah tidak terlibat penuh dalam pelaksanaan kegiatan, hanya memberikan dukungan dan bantuan.
Sementara itu, Kapolres Jayawijaya, AKBP H Napitupulu menyebutkan, keterlibatan Aparat keamanan di Lokasi Mini FBLB untuk memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada semua orang yang hadir, dengan melibatkan 200 personil Gabungan yang akan ditempatkan selama 3 hari pelaksanaan Mini FBLB Tahun 2022.
Dalam pengamanan dilapangan, Kapolres Jayawijaya meyebutkan, akan melakukan pengamanan tertutup kepada Turis asing yang menghadiri Kegiatan Mini FBLB di Kabupaten Jayawijaya, tujuannya agar turis asing yang hadir di Wamena tetap aman dan tidak merasa resah.
Dari data kepolisian Polres Jayawijaya, sebanyak 103 Turis asing sudah hadir di Wamena dan akan bertambah selama pelaksanaan Mini FBLB Tahun 2022.
Kapolres Jayawijaya menilai, pelaksanaan Mini FBLB di Kabupaten Jayawijaya cukup baik, karena secara langsung telah melestarikan budaya yang ada di Pegunungan Tengah dan juga dapat menarik Wisatawan, sehingga masyarakat luas dapat mengetahui bahwa situasi dan kondisi di Wilayah Pegunungan Tengah aman dan terkendali.(NP)












