Papua Maluku, (KT)– PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian berkala untuk harga BBM non-subsidi jenis Pertamax di wilayah Papua dan Maluku. Kebijakan ini diambil setelah melalui proses koordinasi bersama Pemerintah selaku regulator, serta mengacu pada perkembangan harga minyak dunia dan nilai keekonomian pasar saat ini.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan secara terukur demi menjaga rantai pasok dan ketahanan energi nasional.
“Kami melakukan evaluasi berkala ini dengan tetap mematuhi formula harga yang ditetapkan pemerintah. Langkah ini merupakan bagian dari tata kelola energi yang sehat untuk memastikan pelayanan dan distribusi produk BBM berkualitas tinggi kepada masyarakat tidak terganggu,” kata Roberth.
Perlindungan Daya Beli: BBM Subsidi Tidak Mengalami Kenaikan
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal distribusi BBM Bersubsidi tepat sasaran. Untuk itu, harga produk BBM penugasan dan subsidi dipastikan tidak berubah:
Pertalite: Rp 10.000 / liter
BioSolar: Rp 6.800 / liter
Melalui kebijakan ini, diharapkan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di wilayah Timur Indonesia tetap terjaga dengan baik.
Rincian Harga BBM Terkini di Seluruh Wilayah Papua & Maluku
Area Manager Communication, Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan detail harga baru yang berlaku di SPBU wilayah Papua dan Maluku per 10 Juni 2026. Nilai ini sudah mengacu pada skema regulasi lokal, termasuk besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5%:
Pertamax (RON 92): Rp 16.650 / liter (mengalami penyesuaian)
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 21.200 / liter (tetap)
Dexlite (CN 51): Rp 23.500 / liter (tetap)
Pertamina Dex (CN 53): Rp 25.350 / liter (tetap)
“Seluruh pasokan BBM, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi, kami pastikan berada dalam kondisi aman di seluruh jaringan SPBU Papua dan Maluku. Kami mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi resmi melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi perusahaan agar terhindar dari informasi yang tidak akurat,” pungkas Ispiani.












