KOBAKMA, (KT)– Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng), Yonas Kenelak, didampingi Wakil Bupati Itaman Thago, secara resmi membuka kembali Kantor Bupati serta seluruh instansi perkantoran di lingkungan pemerintah daerah, Senin (8/6/2026).
Langkah ini diambil setelah aktivitas pemerintahan sempat lumpuh total selama hampir satu setengah bulan akibat aksi pemalangan yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait tuntutan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Pengumuman penting tersebut disampaikan Bupati Yonas Kenelak usai memimpin rapat koordinasi perdana bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kobakma. Dengan dibukanya kembali roda pemerintahan, seluruh pelayanan publik dipastikan akan kembali berjalan normal.
“Hari ini, 8 Juni 2026, kami membuka kembali seluruh aktivitas perkantoran secara resmi. Oleh karena itu, saya menginstruksikan kepada para kepala OPD dan seluruh ASN untuk segera masuk kantor dan melaksanakan tugas negara yang telah diamanatkan,” tegas Bupati Yonas.
Bupati menekankan pentingnya kehadiran ASN guna mengejar ketertinggalan pelayanan administrasi dan memastikan urusan pemerintahan serta pelayanan langsung kepada masyarakat tidak lagi terhambat.
Solusi TPP: Pendekatan Persuasif Berbuah Hasil
Bupati Yonas Kenelak tidak menampik bahwa boikot aktivitas perkantoran yang berlangsung selama satu bulan dua minggu tersebut sempat mengganggu jalannya roda pemerintahan di Mamberamo Tengah. Namun, konflik tersebut akhirnya berhasil diselesaikan secara persuasif.
Pemerintah daerah telah duduk bersama dengan perwakilan ASN untuk berdialog, mengomunikasikan akar masalah, dan memberikan penjelasan yang transparan mengenai kejelasan hak TPP mereka.
Hasil Komunikasi: Para ASN menerima penjelasan pemerintah dengan baik dan sepakat menyudahi aksi pemalangan.
Dampak Positif: Kantor bupati dibuka kembali tanpa ketegangan, menandai kembalinya stabilitas kerja di lingkungan Pemkab Mamteng.
“Kami sudah bertemu langsung dengan mereka (ASN) untuk membahas masalah TPP ini. Melalui komunikasi yang baik dan kepala dingin, mereka bisa menerima penjelasan kami. Itulah mengapa hari ini palang bisa dibuka dan aktivitas pemerintahan kembali normal,” pungkas Bupati Yonas.












