Kepala Dinas PU Jayawijaya dan Panitia Lelang Diduga Bermain Curang

  • Whatsapp

Wamena (KT) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayawijaya dan 3 orang panitia lelang diminta bertanggungjawab atas interfensi yang dilakukan secara curang untuk memenangkan salah satu pengusaha OAP di Jayawijaya.

Pengusaha Asli Papua Asal Jayawijaya, Arvin Haluk menyebutkan, hal ini berdasarkan dua bukti yang didapatnya dilapangan.

“Yang pertama saat saya dan Kostan nada di PT Saul Korem dekat dina teknik sebelah itu, kita ada duduk sama sama, kepala Dinas PU telepon ke Kostan kata pak kadis itu Kostan nanti kita masuk pakai perusahaan apa, coba kirim nama perusahaan dulu,” kata Arvin Haluk.

Arvin menyebutkan, dirinya mendengar langsung pada saat telepon itu, Kostan langsung menyampaikan kepada Kepala Dinas PU bahwa kita masuk gunakan CV. Nalo Jaya.

“Yang kedua, saya dan Kostan ketemu di hari kedua baru Kostan sampaikan bahwa, Arvin jangan masuk diatas, karena itu barang pak Bupati punya, ini dia ada sms da ni begitu,” kata Arvin Haluk, mengulang ucapan Kostan.

Menurut Arvin, dari pembicaraan telepon dan juga diskusi langsung dengan Kostan, maka diketahui bahwa Paket pekerjaan pengaspalan yang di Distrik Ibele bukanlah milik Costan, melainkan Costan mendapat pinjaman perusahaan dari Bapak Kadis PU Jayawijaya.
Sehingga, dengan kejadian ini, kata Arvin, ada upaya oleh oknum-oknum tertentu yang disengaja membuat dan akan membenturkan pengusaha asli Papua yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Yang lebih parah lagi, Arvin Haluk menyebutkan, dirinya merasa di intimidasi oleh Kostan karena membawa masuk beberapa orang kedalam ruang ULP dan melakukan intervensi kepada dirinya pada saat melakukan pembuktian di Kantor ULP Kabupaten Jayawijaya.

Menurutnya, pada saat bertanding, ada 4 orang yang masuk, dan dari hasil seleksi thap kedua, dirinya bersama Kostan keluar atau lolos, dimana dirinya ada pada nomor urut 1 dan Kostan berada pada nomor urut dua.

“Saat Kostan masuk itu saya diluar, tetapi saat saya yang masuk, Panitia ULP yang ada dalam ruangan membiarkan beberapa oknum 5 orang suruhan Kostan ikut masuk, padahal paket di Ibele itu saya sudah menang,” kata Arvin.

Paket yang dimaksudkan, kata Arvin Haluk, merupakan Paket pengerjaan dari paket dana DTI, yang berasal dari Bapeda Provinsi sbesar 30 Miliar yang dibagi atas 3 Paket yang tersebar di Jalan Jagara – Asolokobal, Landia – Wuka Hilapok dan Jalan Ibele.

Jika dilihat, Arvin menyebutkan, dirinya sudah menang atas proyek tersebut, dan Kostan dikatakan gugur dari sisi peralatan kerja, karena alatnya sudah melakukan pekerjaan Provinsi di tempat yang lain, dan ini merupakan sanggahan dan terbukti salah.
Selain itu, dirinya menduga ada persengkokolan didalam pihak penyedia, kepala Dinas PU, Panitia ULP untuk menggugurkan dirinya dalam paket pekerjaan yang disebutkan.

“Saya sudah buat laporan ke polisi untuk segera periksa tiga orang di ULP di pokja 3 dan ini harus diperiksa oleh ispektorat,” kata Arvin Haluk.

Saat ditanya terkait pemalangan Kantor ULP, Arvin menjelaskan, pemalangan yang dilakukan oleh dirinya guna menuntut penjelaskan dari Kepala ULP, Kepala Dinas PU dan juga Panitia lelang yang dirasa telah merugikan dirinya.

Jika hal tersebut tidak diindahkan, maka dirinya tidak segan-segan akan memalang kantor Dinas PU Kabupaten Jayawijaya.
Saat dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler, Kepala Dinas PU Kabupaten Jayawijaya, Andre Kindagen melalui telepon selulernya pada tanggal 18 September dengan nomor 081247141390 menyebutkan, antara Kostan dan Arvin sama-sama anak daerah, jadi kita tidak bisa inntervensi.

“Mereka sama-sama anak daerah kok, kita mau intervensi tidak bisa, jadi prosesnya itu semua lewat lelang, tidak ada itu yang namanya persengkokolan tidak ada, Cuma prosesnya lewat mereka to,” kata Andre Kindangen.
Melalui telepon selulernya itu, Kepala Dinas PU meminta kepada Media ini untuk bertanya langsung kepada ULP Jayawijaya.

Kembali lagi, Andre menyebutkan, tidak ada upaya intervensi mereka, karena mereka sama-sama anak daerah.(NP)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *