Pemda Tegaskan Tidak Ada Pengusiran Mahasiswa Yahukimo di Yogyakarta

  • Whatsapp

JAYAPURA (KT) – Pemerintah Yahukimo tegas menyatakan tidak ada pengusiran yang menimpa sejumlah mahasiswi yang menempati salah satu kontrakan di kota studi Yogyakarta.

Ketegasan ini, menyusul beredarnya video yang menyatakan bahwa mahasiswi Yahukimo berdomisi di Yogyakarta dikeluarkan (diusir,red) dari kontrakan lantaran belum adanya pembayaran sewa dari pemerintah Kabupaten Yahukimo.

“Jadi itu bukan diusir atau dikeluarkan dari kontrakan, tapi memang masa kontrak asrama habis dan mereka harus pindah ke kontrakan yang baru,” tegas Didimus mengklarifikasi isi video yang disebarkan lewat berbagai groub media sosial itu.

Disini, Didimus mengatakan pemerintah Yahukimo telah berkomunikasi bahkan mendatangi langsung pemilik kontrakan yang dijadikan asrama putri tersebut. “Asisten 1 sudah mendatangi langsung kontrakan itu dan berkomunikasi dengan pemiliknya, bahwa memang dari pihak pemilik tidak memperpanjang masa sewa lantaran kontrakan itu akan dijadikan hunian pribadi,” kata Bupati, Jumat malam.

Bupati menyayangkan narasi-narasi dalam video yang seolah menuding pemerintah melakukan pembiaran, dan bahkan soal lambatnya pengiriman biaya sewa kontrakan, tak hanya dialami oleh mahasiswa Yahukimo di Yogyakarta namun beberapa kota studi lainnya di Indonesia, sehingga mahasiswa harus dikeluarkan dari kontrakan tersebut.

“Jadi tidak perlu mempolitisasi hal-hal yang tidak benar, karena pemerintah bertanggung jawab bahkan soal pembiayaan kontrakan tersebut sudah diselesaikan sesuai perjanjian,” tegas Didimus.

Sebelumnya, beredar video dimana dalam video tersebut terlihat beberapa mahasiswa putri yang sedang membereskan barang-barang. Video itu sendiri dipandu oleh seorang Pemuda yang menyatakan bahwa para mahasiswa putri tersebut dikeluarkan lantaran pemerintah Yahukimo belum membayarkan biaya sewa kontrakan yang dihuni oleh para mahasiswa putri asal Yahukimo itu.

Ditempat berbeda, Yafet Saram selaku Anggota DPRD Kabupaten Yahukimo menyayangkan tindakan oknum yang membuat konten video tersebut. Menurutnya, narasi yang disampaikan dalam video itu tidak benar.

Yafet mengatakan akan lebih elegan jika keluhan atau aspirasi itu disampaikan secara tertulis dan dikomunikasikan dengan cara yang lebih beretika.

“Jangan semua-semua harus disampaikan di Media Sosial. Itu tindakan yang tidak beretika. Kami Pemerintah itu terbuka dan siap menerima semua aspirasi dan keluhan,” tandas Yafet.

Iapun mengajak seluruh mahasiswi Yahukimo yang menempuh pendidikan di semua Kota Studi di Indonesia untuk lebih santun dan berpendidikan dalam menyampaikan sesuatu.

“Ada tempatnya menyampaikan keluhan, gunanya ada korlip ditiap kota Studi itu sebagai penghubung kepada pemerintah. Sampaikan secara elegan agar pemerintah dapat merencanakan aspirasi atau keluhan adik-adik dengan baik,” kata Yafet. **

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *