Nabire, (KT)– Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Polda Papua Tengah siap menggelar serangkaian kompetisi berskala besar. Mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, agenda ini dirancang sebagai jembatan untuk mempererat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan warga, sekaligus mengonfirmasi komitmen Polri dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal Papua.
Koordinator Seksi Lomba, Kombes Pol Adi Tri Widiyanto, menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini bukan sekadar selebrasi tahunan. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kepercayaan publik (public trust) melalui pendekatan yang humanis dan partisipatif.
“Kami ingin menghadirkan Polri yang semakin dekat, terbuka, dan menyatu dengan denyut nadi kehidupan masyarakat. Ini adalah momentum emas untuk memperkuat sinergi sekaligus mengangkat potensi luar biasa dan kekayaan budaya yang dimiliki Papua Tengah,” ujar Adi, yang juga menjabat sebagai Direktur Reskrim Umum Polda Papua Tengah, Rabu (16/6/2026).
Ragam Kompetisi: Dari Tradisional hingga Digital
Untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat—mulai dari pemuda, nelayan, hingga profesional keamanan—panitia telah menyiapkan 10 kategori perlombaan yang bervariasi:
Sektor Keamanan & Ketertiban: Kampung Kamtibmas, Pos Kamling/Siskamling, serta Satpam, BUJP, & Polsus Teladan.
Internal & Lingkungan: Kebersihan Mako.
Kreativitas & Digital: E-Sport, Fotografi Bhayangkara, dan Konten Kreatif Kerukunan.
Kearifan Lokal & Komunitas: Noken Kreatif Bhayangkara dan Balap Motor Tempel Nelayan.
Olahraga: Mini Soccer Kapolda Cup.
Panitia menargetkan seluruh proses penjurian rampung sebelum tanggal 1 Juli 2026. Adapun seremoni penyerahan hadiah bagi para pemenang akan dilaksanakan langsung pada acara puncak syukuran HUT Bhayangkara ke-80.
Penjurian Transparan dan Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Demi menjaga objektivitas dan kredibilitas kompetisi, Polda Papua Tengah tidak bergerak sendiri. Proses penilaian akan melibatkan juri eksternal dari berbagai latar belakang profesional, seperti tokoh adat, tokoh agama, akademisi, praktisi media, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga, panitia telah menyiapkan stimulus yang menarik. Para pemenang nantinya berhak membawa pulang:
1. Trofi Kapolda Papua Tengah
2. Piagam Penghargaan
3. Uang Pembinaan (berkisar antara Rp2 juta hingga Rp15 juta)
“Dalam waktu dekat, jadwal lengkap pertandingan dan teknis pendaftaran masing-masing kategori akan kami rilis secara resmi melalui media massa dan akun media sosial resmi Polda Papua Tengah,” tambah Adi.
Melalui festival perlombaan ini, Polda Papua Tengah berharap dapat memantik partisipasi publik yang lebih luas, menumbuhkan rasa memiliki terhadap keamanan lingkungan, serta menciptakan ruang kolaborasi yang positif demi kemajuan Papua Tengah.












