PUNCAK JAYA, (KT)– Menjaga stamina dan kondisi fisik tetap prima menjadi kunci utama bagi para prajurit Kepolisian yang bertugas di tengah medan berat. Menyadari hal tersebut, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menggelar kegiatan edukasi pencegahan tumor dan kanker bersama Yayasan Binaan Kanker Nusantara di Puncak Jaya pada Kamis (6/8/2026).
Agenda ini digelar sebagai bentuk perhatian nyata pimpinan terhadap kesejahteraan dan kesiapan fisik jajaran personel yang saban hari dihadapkan pada tantangan geografis serta cuaca ekstrem di wilayah tugas Papua.
Fokus pada Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini
Narasumber dari Yayasan Binaan Kanker Nusantara, Beta Niyati Pusa Sari, A.Md.Keb., memaparkan secara lugas mengenai pentingnya deteksi dini serta langkah praktis pencegahan penyakit kritis melalui gaya hidup harian. Para personel diajak untuk lebih selektif dalam mengonsumsi makanan, rutin berolahraga, hingga menjaga waktu istirahat yang berkualitas di tengah kesibukan dinas.
“Kami berharap seluruh personel semakin peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Caranya mulai dari menjaga pola makan, istirahat cukup, hingga menghindari konsumsi bahan pengawet berlebihan. Deteksi dini sangat krusial agar potensi masalah kesehatan dapat diantisipasi sejak awal,” terang Beta.
Sesi edukasi berlangsung interaktif. Para anggota Satgas memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi mengenai berbagai kendala fisik dan tantangan pola makan yang kerap mereka hadapi selama menjalankan tugas di lapangan.
Komitmen Pimpinan untuk Kesejahteraan Anggota
Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemeliharaan kesehatan anggota merupakan perhatian utama pimpinan demi kelancaran tugas operasional.
“Kami ingin setiap personel merasa bahwa kesehatan mereka adalah prioritas. Dengan kondisi fisik yang prima, anggota dapat bekerja optimal, menjaga semangat, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pembinaan kesehatan ini harus menjadi budaya yang melekat di lingkungan Operasi Damai Cartenz-2026,” tegas Kaops.
Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Binaan Kanker Nusantara atas wawasan dan kepedulian yang telah dibagikan kepada para personel.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi (Wakaops) Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyebutkan bahwa pemahaman kesehatan yang baik berbanding lurus dengan tingkat profesionalisme di lapangan.
“Edukasi seperti ini memberikan dampak positif yang nyata. Semakin baik tingkat kesadaran anggota dalam menjaga kesehatan, semakin mantap pula kesiapan mereka dalam mengabdi dan melayani masyarakat,” tambah Wakaops.
Wujud Pendekatan Humanis
Melalui inisiatif kesehatan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 tidak hanya memperkuat kesiapan operasional prajurit, tetapi juga membuktikan penerapan pendekatan yang humanis dan berkesinambungan. Kebugaran fisik para personel diharapkan menjadi fondasi utama dalam menghadirkan perlindungan dan rasa aman yang maksimal bagi masyarakat Papua.












