Wamena, (KT)– Jenazah almarhum AS (41), korban aksi penembakan dan pembakaran kendaraan di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan, pada Jumat (18/9/2026). Di saat yang sama, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya dan unsur TNI mengintensifkan penyelidikan serta pencarian para pelaku yang terlibat.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa proses pemulangan jenazah didampingi oleh pihak keluarga. Rombongan diberangkatkan dari Bandara Wamena sekitar pukul 10.00 WIT menuju Sentani, Jayapura. Kemudian, sekitar pukul 12.00 WIT, jenazah diterbangkan menuju Makassar sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Tana Toraja.
“Sebelumnya, istri almarhum AS dijemput oleh personel TNI menggunakan helikopter dari kediamannya di Lugah menuju Wamena. Setelah berkumpul dengan keluarga, pemulangan jenazah segera diproses menuju Sentani dan berlanjut ke Makassar,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo saat memberikan keterangan kepada media, Jumat (18/9).
Pengejaran Pelaku dan Penegakan Hukum Terukur
Mengenai penanganan kasus, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa aparat gabungan Satgas Damai Cartenz dan TNI terus bergerak di lapangan setelah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami tidak tinggal diam dan tanpa kenal lelah terus melakukan pengejaran serta pencarian terhadap para pelaku keji ini. Namun, seluruh prosedur harus didasarkan pada penegakan hukum yang akuntabel. Kami harus memastikan secara pasti identitas dan keberadaan para tersangka sebelum penangkapan dilakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendekatan hukum ini penting untuk melindungi keselamatan warga sipil di sekitar lokasi. Meski demikian, aparat tidak akan ragu mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan hukum jika para pelaku melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
Langkah Kepolisian dan Penyisiran Lokasi
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kepolisian telah mengambil serangkaian tindakan cepat di lokasi kejadian.
“Satgas Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya telah melaksanakan tindakan pertama di TKP, mengolah lokasi, melakukan penyisiran di area sekitar, mengumpulkan barang bukti, mendalami keterangan para saksi, serta mengevakuasi korban,” jelas Irjen Pol. Faizal Ramadhani.
Ia menekankan bahwa setiap perkembangan kasus akan didalami secara transparan berdasarkan alat bukti resmi. “Siapa pun yang terbukti terlibat dalam peristiwa ini dipastikan akan diproses hukum secara tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.
Belasungkawa dan Imbauan Kewaspadaan
Dukacita mendalam turut disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., kepada keluarga almarhum AS.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami pastikan seluruh proses pengawalan dan pemulangan jenazah berjalan aman hingga tiba di rumah duka,” ungkap Wakaops Damai Cartenz.
Wakaops juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi, serta senantiasa meningkatkan kewaspadaan—terutama saat beraktivitas atau melintasi wilayah yang jauh dari pusat kota.












