Hadirkan Keceriaan dan Layanan Kesehatan, Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Sambangi SD Inpres Yokatapa Sugapa

SUGAPA, INTAN JAYA,(KT)– Suasana penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai SD Inpres Yokatapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu (5/9/2026). Anak-anak tampak sangat antusias menyambut kedatangan personel Tim Support Psikologi dan Tim Kesehatan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 yang hadir membawa kepedulian nyata bagi warga sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan berbagai permainan edukatif dan interaktif secara berkelompok. Suasana sekolah yang semula tenang seketika menjadi hidup dipenuhi tawa dan sorak gembira anak-anak. Pendekatan ini sengaja dilakukan personel Satgas untuk membangun komunikasi yang dekat dan harmonis, menciptakan ruang bermain yang aman serta nyaman bagi para siswa.
Kebahagiaan siswa semakin terpancar saat Tim Satgas membagikan paket tas dan alat tulis sekolah. Bagi para murid di wilayah pedalaman Papua tersebut, bantuan perlengkapan ini menjadi dukungan yang sangat berarti untuk memacu semangat belajar mereka. Ucapan “terima kasih” dan senyum polos terdengar lugu dari para murid saat menerima bantuan tersebut.


Tidak hanya fokus pada anak-anak, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 juga memberikan perhatian khusus kepada para tenaga pendidik. Melalui program Bakti Kesehatan, Tim Kesehatan Satgas menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi para guru. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa yang sabar mendampingi dan mendidik generasi muda Intan Jaya di tengah berbagai keterbatasan.
Di sela-sela pemeriksaan kesehatan, terjalin dialog kekeluargaan antara personel Satgas dan para guru mengenai dinamika serta kondisi pembelajaran di sekolah tersebut.
Surianti Limbong, salah seorang guru di SD Inpres Yokatapa Sugapa, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh personel Satgas.


“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz yang telah menghadirkan keceriaan bagi anak-anak kami. Bantuan tas dan alat tulis ini sangat bermanfaat karena fasilitas dan perlengkapan belajar di sini masih terbatas,” ungkap Surianti.
Ia menambahkan bahwa kehadiran personel Satgas memberikan pengalaman dan kesan positif bagi para murid. Anak-anak tidak hanya mendapatkan sarana belajar baru, tetapi juga momentum berharga dapat berinteraksi dan bermain bersama aparat keamanan dalam suasana damai dan menyenangkan.
“Kami berharap perhatian serta kegiatan positif seperti ini dapat terus berkelanjutan bagi anak-anak Papua. Semoga seluruh personel Ops Damai Cartenz selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas membantu masyarakat,” harapnya.
Secara terpisah, Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam menerapkan pendekatan humanis serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah penugasan.
“Anak-anak dan para guru adalah fondasi penting bagi masa depan masyarakat Papua. Oleh karena itu, kehadiran kami di Intan Jaya tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga menyentuh sisi sosial melalui kegiatan nyata yang sederhana namun berdampak langsung,” ujar Irjen Pol. Faizal Ramadhani.
Hal senada diungkapkan Wakil Kepala Operasi (Wakaops) Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. Ia berharap interaksi positif ini dapat menjadi dorongan moral bagi para siswa dan tenaga pengajar.
“Kami ingin anak-anak semakin semangat menuntut ilmu dan para guru tetap prima serta sehat dalam menjalankan tugas mulianya. Bermain bersama, berbagi sarana sekolah, dan merawat kesehatan para guru adalah bagian dari bentuk kasih dan kepedulian kami,” pungkas Kombes Pol. Adarma Sinaga.
Melalui pendekatan berbasis pelayanan dan humanis ini, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus berupaya merajut kebersamaan dengan masyarakat setempat, memastikan lingkungan sekolah menjadi tempat yang kondusif, nyaman, dan penuh harapan bagi tumbuh kembang generasi penerus di tanah Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *