Wamena (KT) – Masyarakat Kabupaten Jayawijaya diharapkan untuk tidak pura-pura lupa dengan filsafat Wen (Kerja) Wam (Ternak Babi) dan Wene (Berbicara/Masalah) (3 W) yang menjadi kebiasaan dan budaya orang Gunung.
Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum meminta kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan juga Lapago untuk tidak melupakan atau sampai berpura-pura melupakan kebiasaan dan budaya orang gunung.
Terutama kebudayaan 3 W yang sudah melekat dari lahir dan turun-temurun diwariskan dari orang-orang tua terdahulu kepada setiap Generasi orang Gunung yang ada di Jayawijaya dan Lapago.

Menurutnya, budaya dan kebiasaan 3 W merupakan jati diri dari orang Gunung yang ada di Jayawijaya dan juga Lapago, sehingga harus dijadikan dasar yang kuat agar masyarakat Gunung dapat bertahan untuk tetap Hidup dan sejahtera dari hasil kerjanya sendiri.
Meurutnya, semua yang kita inginkan untuk dinikmati sudah disiapkan oleh Tuhan dan itu ada di Tanah yang diciptakan oleh Tuhan sendiri, baik itu hasil kebun yang baik, ternak babi yang sehat dan banyak, sehingga dalam berbicara di depan orang, sekaligus untuk menyelesaikan masalah dan persoalan, kita tidak perlu takut dan sombong, karena kita sudah melaksankan Budaya 3 W dengan baik dan benar.
“Saya minta kembali ke 3 W, Wen, Wam Wene, jadi saya minta kita kembali ke kebun, karena semua kehidupan ada di sana,” kata Wakil Bupati Kaupaten Jayawijaya.
Kata Wakil Bupati Jayawijaya, jika kita tidak melaksankan Budaya 3 W, artinya kita tidak memiliki harga diri sebagai orang Gunung, dan salah satu syarat menjadi kepala suku harus benar-benar melaksankan 3 W.
“Dalam kehidupan orang Gunung, kalau tidak melaksankan 3 W artinya dia tidak punya makan, dia tidak punya Babi dan dia tidak punya kekayaan apa-apa,” kata Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya.
Wakil Bupati Jayawijaya juga berpesan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya dan juga Lapago untuk tidak menjual tanah sembarangan, namun harus mengelolanya dan dijadikan lahan perkebunan, sehingga masyarakat dapat bertahan hidup dan sejahtera.
“Ada istilah dan pesan orang tua, siapa yang tidak kerja kebun, dia tidak usah makan dan barang siapa yang tanggannya tidak kerja kebun, dia tidak akan makan atau dia akan hidup lapar,” kata Wakil Bupati Jayawijaya.
Menurut Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, 3 W bukanlah program dan Visi Misi Pemerintah, namun merupakan Filosofi orang Gunung yang ada di Jayawijaya dan Lapago.
Artinya, kehadiran pemerintah di masyarakat untuk mengingatkan kembali dan memberikan Motivasi kepada masyarakat agar tetap bekerja melaksankan Filosofi 3 W, sehingga jangan ada yang berbicara bahwa tidak benar jika kita sebagai orang Gunung tidak kerja di kebun.(NP)












