Polresta Jayapura Kota, (KT)– Keamanan di Kota Jayapura tetap terjaga meski sempat terjadi dinamika saat aksi unjuk rasa berlangsung pada Senin (27/04) siang. Aparat kepolisian berhasil meredam tensi massa melalui pendekatan persuasif, memastikan aspirasi tersampaikan tanpa mengorbankan ketertiban umum.

Penyekatan Massa demi Kamtibmas
Massa yang berkumpul sedianya berniat melakukan longmarch menuju titik pusat kota. Namun, demi mencegah kemacetan total dan potensi gangguan keamanan yang lebih luas, pihak Kepolisian mengambil langkah tegas namun terukur untuk melakukan penyekatan.
Kekuatan Pengamanan Gabungan
Setidaknya 1.200 personel gabungan disiagakan di berbagai titik strategis, yang terdiri dari:
* Polda Papua & Satuan Brimob Polda Papua.
* Polres Jayapura & Polres Keerom.
* Unsur TNI.
Komitmen Kapolresta pada Demokrasi
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, menegaskan bahwa Polri sangat menghargai hak warga negara dalam berpendapat.
“Kami tidak melarang penyampaian pendapat di muka umum, karena itu adalah hak konstitusi. Namun, pelaksanaannya wajib mematuhi aturan. Kami telah memfasilitasi koordinasi dengan pihak DPR agar aspirasi rekan-rekan pendemo dapat diterima dan ditindaklanjuti secara resmi,” tegas Kapolresta.
Situasi Terkendali
Meski sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama, kehadiran petugas di lapangan berhasil mengurai kemacetan dengan cepat. Penolakan izin longmarch murni merupakan langkah preventif guna menjaga kepentingan masyarakat luas yang tetap beraktivitas normal.
Hingga aksi berakhir, situasi dilaporkan kondusif. Sinergi antara aparat dan koordinator lapangan membuktikan bahwa komunikasi dua arah mampu mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
Penulis: Danu












