Dua Pekan, Baru 1.000 Orang yang Ikuti Sensus Penduduk Online

Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Jeffrey De Fretes, S.Kom, MM

Jayapura (KT) – Sensus penduduk online di Kabupaten jayapura sudah berjalan sejak dua pekan lalu. Namun sejauh ini baru sekitar 1.000 orang lebih yang telah mengisi data di situs daring (online) Badan Pusat Statistik (BPS) dari target 5.000 orang lebih mengisi sensus secara online.

Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Jeffrey De Fretes, S.Kom, MM, mengaku, jumlah tersebut baru seperlima dari target BPS untuk minggu kedua ini. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan bimbingan dan juga pengawalan kepada masyarakat hingga ke tingkat distrik dan kampung.

“Target kami untuk sensus online ini tidak banyak memang, ada sekitar 5.000 orang lebih untuk Kabupaten Jayapura. Tapi, untuk sampai di hari ini (kemarin) baru 1.000 orang lebih yang akses,”

” Jadi sudah seperlima dari target kita di Kabupaten Jayapura,” kata Jeffrey De Fretes, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (3/3)siang.

Ia menegaskan, bahwa sensus penduduk dilakukan secara online ini merupakan momen bersejarah. Pasalnya, hal tersebut baru pertama kalinya dilakukan oleh Indonesia.

Untuk itu Jeffrey berharap, bersamaan dengan digelarnya Rapat Koordinasi Distrik (Rakordis) dalam rangka Sensus Penduduk (SP) tahun 2020 secara online untuk 4 Distrik, baik itu Distrik Sentani, Distrik Sentani Timur, Distrik Waibhu dan Distrik Sentani Barat tersebut, jumlah masyarakat yang mendaftar di situs BPS akan terus naik atau bisa melebihi target yang telah ditetapkan oleh BPS Kabupaten Jayapura.

Sebab Dia mengklaim BPS telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah distrik dan pemerintah kampung/kelurahan.

“Kami harap bukan hanya sebagian besar masyarakat tapi sepenuhnya yang terlibat dalam sensus penduduk online ini. Karena semakin banyak masyarakat yang terlibat semakin mudah kami dari BPS Kabupaten Jayapura mengetahui warga yang sudah mengisi data di situs daring (online) BPS,” harapnya.

Dia mengakui, bahwa tidak terdapat tantangan yang muncul bersamaan dengan inovasi tersebut. Disebutkan, sampai saat ini tidak terdapat kendala maupun tantangan.

“Sementara tidak ada, Puji Tuhan kita punya jaringan internet di Kabupaten Jayapura ini termasuk yang paling stabil, jadi tidak ada masalah yang kita hadapi,” bebernya.

Hanya saja, Jeffrey meminta kepada seluruh masyarakat yang tidak gagap teknologi (Gaptek) untuk segera terlibat dalam sensus penduduk secara online ini, dan juga bisa mendaftarkan para keluarga yang bersangkutan.

Dia juga berharap, masyarakat yang sudah melek IT atau yang sekarang ini dibilang generasi millenial, ya kalau bisa terlibat dalam sensus penduduk online ini.

“Supaya kalau mereka sudah terlibat, berarti data-data mereka sudah terupdate atau di perbaharui di data kependudukan kedepannya,”jelasnya.

Kepada masyarakat, kata Jeffry untuk tidak khawatir atas data yang diberikan dalam sensus penduduk online karena pihaknya bakal menjamin seluruh data masyarakat yang diterima oleh pihaknya akan digunakan sesuai aturan yang berlaku.

“Saya yakinkan bahwa yang kami publikasi itu data agregat karena kami di BPS tidak boleh mengeluarkan data individu. Seluruh data individu dijamin kerahasiaannya oleh Undang-Undang, dan kalau kami BPS melanggar, bisa di pidana,” tegas Jefrry.

Dengan begitu diharapkan angka capaian akan terus meningkat hingga puncak penutupan sensus penduduk pada 30 Maret 2020 nanti. Jeffrey mengatakan, apabila sensus penduduk secara online ini dijalankan dengan baik, maka akan sangat menguntungkan negara ke depan dari sisi keuangan.

Untuk diketahui, Sensus Penduduk Online yang diselenggarakan BPS Kabupaten Jayapura sejak 15 Februari dan akan berakhir hingga 31 Maret 2020.

Jeffrey menyampaikan, terdapat 9 langkah yang dapat masyarakat lakukan untuk mendaftar Sensus Penduduk tahun 2020 secara online.

“Target 5.000 itu kita optimis bisa capai dan bahkan kita optimis juga bisa melebihi target itu . Dengan cara, sosialisasi di tingkat Distrik maupun di tingkat Kelurahan/Kampung,” cetusnya.

“Jadi ada 9 langkah untuk sensus penduduk online ini, pertama warga masuk atau berkunjung ke laman sensus.bps.go.id, setelah itu langsung pilih bahasa kemudian masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), isikan kode yang tampak di bawah nomor KK, lalu klik ‘Cek Keberadaan’, terus buatlah sandi anda sendiri dan pilih pertanyaan keamanan, lalu klik untuk buat password guna pengamanan data yang sudah anda catatkan pada Sensus Penduduk Online dan masukkan kata sandi yang dibuat lalu klik masuk,” jelas Jery memaparkan.

Kemudian, lanjut Jefrry bacalah panduan awal mengenai pengisian Sensus Penduduk Online, lalu klik ‘mulai mengisi’, terus ikuti petunjuk dan jawablah seluruh pertanyaan.

“Nah, setelah menjawab seluruh pertanyaan, pastikan bahwa status data setiap anggota keluarga sudah update lalu klik kirim serta unduh bukti pengisian dan selesai,” tandasnya.(jems)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *