DPT Nabire Diprediksi Menyusut

  • Whatsapp
Ketua KPU Nabire, Wilhelmus Degey

JAYAPURA (KT) – Ketua KPU Nabire, Wilhelmus Degey menyebut DPT Kabupaten Nabire berpotensi menyusut, jika pemerintah tidak menutaskan perekaman E KTP terhadap 25 ribu lebih pemilih yang telah masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Menurut Wilhelmus jumlah DPS yang telah ditetapkan KPU sebanyak 109.638 orang dan 305 TPS. Dimana 25 ribu orang yang berhak memilih tersebut, telah masuk dalam daftar DPS tersebut.

Read More

“Kami jadwalkan penetapan DPT itu 19 – 22 Juni, nah sampai saat ini kami belum mengetahui jumlah terakhir yang telah melakukan perekaman ini berapa orang? Sehingga prediksi KPU jika sampai waktu penetapan DPT, 25 ribu lebih calon pemilih ini belum juga melakukan perekaman, maka sudah pasti jumlah DPT akan menyusut dan mereka yang tidak ada E KTP akan kami coret,” kata Wilhelmus, Rabu (09/06/2021).

Wilhelmus menjelaskan, sebelumnya data sinkronisasi pemilih dari Pemilu terakhir dengan DP4 Kabupaten Nabire berjumlah 117.401 orang. Jumlah tersebut menyusut setelah dilakukan pencocokan dan penelitan (Coklit) data sehingga menghasilkan jumlah DPS sebanyak 109.638 orang.

Daftar DPS itu sendiri, kata Wilhelmus telah disebarkan oleh PPD di berbagai titik trategis khususnya di lokasi-lokasi pelayanan publik.

“Ada di Kantor Distrik, Kelurahan itu semua kita bagikan, sehingga masyarakat dapat mengakses langsung dan melihat apakah namanya ada, jika nama ada tapi merasa belum miliki EKTP atau perekaman maka diharapkan segera ke Kantor Capil,” katanya.

Sebab kata Wilhelmus, KPU akan melakukan pengawasan ketat saat PSU 28 Juli, dimana setiap pemilih wajib membawa C Pemberitahuan (Undangan,red) dan EKTP. “ Ketentuan itu wajib, ada nama tapi tidak ada EKTP tidak bisa coblos, demikian juga kalau tidak ada C pemberitahuan tidak bolen masuk bilik suara,” tegasnya.

Terkait dengan itupula, KPU juga telah mengantisipasi tahapan pembagian C Pemberitahuan kepada pemilih yang di jadwalkan H-4 sebelum pencoblosan dan bahkan KPU menyediakan posko pengaduan khusus C Pemberitahuan jika pemilih belum menerima undangan tersebut.

“ Jadi ada range waktu bagi pemilih yang tidak mendapatkan C pemberitahuan bisa datang ke kami dan membuat pemberitahuan termasuk pengaduan jika ada temuan C pemeritahuan ini diperjual belikan dan sebagainya. Jadi proses ini kita awasi dan kawal ketat,” jelasnya.

Sekedar diketahui ulang, Pilkada Kabupaten Nabire tahun 2020 9 Desember 2020 bermasalah lantaran jumlah pemilih melebihi jumlah penduduk Kabupaten setempat.

Dalam pembacaan sidang PHPU Pilkada Kabupaten Nabire, Mahkamah Konsitusi memerintahkan KPU Nabire melakukan perbaikan menyeluruh untuk DPT Nabire yang saat itu berjumlah 178.545 pemilih dan 501 TPS, untuk selanjutkan dilakukan Pilkada Ulang. (TA)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *