Suara dari Mimika: Generasi Muda Papua Diajak Jadi Garda Terdepan Perdamaian

Suara dari Mimika: Generasi Muda Papua Diajak Jadi Garda Terdepan Perdamaian

Mimika, (KT)– Seruan kedamaian bergema dari jantung Kabupaten Mimika. Tokoh pemuda Mimika, Martinus Dogomo, secara terbuka mengajak seluruh generasi muda di Tanah Papua untuk bersatu menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini dinilai krusial demi mendukung keberlanjutan pembangunan di Papua.

Secara khusus, Martinus memberikan apresiasi tinggi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz-2026. Ia menilai, strategi yang diterapkan aparat keamanan saat ini sangat menyentuh hati masyarakat karena konsisten mengedepankan pendekatan yang persuasif dan humanis.

Apresiasi Atas Pendekatan Humanis Satgas Cartenz
Menurut Martinus, kehadiran aparat keamanan tidak lagi identik dengan ketegangan, melainkan dengan rasa aman yang nyata.

Beberapa program konkret dari Ops Damai Cartenz-2026 yang mendapat sorotan positif antara lain:
* Patroli Dialogis: Membuka ruang komunikasi yang setara dengan warga lokal.
* Pelayanan Kesehatan Gratis: Memberikan bantuan medis langsung ke wilayah yang membutuhkan.
* Kegiatan Sosial Kemasyarakatan: Program-program adaptif yang menyentuh langsung kebutuhan harian warga.
“Kami sangat mengapresiasi Ops Damai Cartenz-2026 yang terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk menciptakan kedamaian sejati dan mendukung percepatan pembangunan di Papua,” ujar Martinus Dogomo.

Muda, Kreatif, dan Menjaga Persatuan
Sebagai representasi suara pemuda, Martinus menegaskan bahwa masa depan Papua berada di tangan generasi mudanya. Ia meminta pemuda Papua tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Ia mendorong pemuda untuk bertransformasi menjadi pelopor perdamaian dan agen perubahan yang positif.

“Saya mengajak seluruh generasi muda Papua untuk terus menjadi pelopor perdamaian, menjaga persatuan, dan berperan aktif dalam pembangunan demi masa depan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tambahnya tegas.

Momentum Refleksi di Hari Kenaikan Yesus Kristus
Bertepatan dengan momentum peringatan Kenaikan Yesus Kristus, Martinus juga memanfaatkan momen ini sebagai refleksi spiritual untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Papua.

Di akhir penyataannya, ia menyampaikan pesan damai sekaligus ucapan selamat bagi seluruh umat Kristiani yang merayakan.
“Selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh umat Kristiani di tanah Papua. Mari kita jaga kedamaian ini bersama-sama. Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *