JAYAPURA (KT) – Bawaslu Papua menyoroti klaim kemenangan yang didekrarasikan calon Kada, sebelum penyelenggara memplenokan hasil penghitungan suara.
Kata Angggota Bawaslu Papua, Ronald Manoac, deklarasi kemenangan ini akan berimplikasi pada kondisi yang tidak baik, bahkan terindikasi menjadi konflik baru.
“Kami harap calon menahan diri dan ikuti proses. Jangan mengklaim kemenangan jika belum ada hasil resmi dari KPU. Jika hasil itu benar tidak ada masalah, tapi jika hasil itu tidak sesuai dengan klaim paslon, maka itu akan jadi blunder dan menciptakan konflik baru di masyarakat,” kata Ronald kepada Kawat Timur, Sabtu (12/12/2020) siang.
Sebab, lanjut Ronald, Isu-isu tersebut sangat rentan dimanfaatkan bahkan dimainkan oleh pihak tertentu, untuk membuat situasi tidak kondusiv.
“Jadi kami harapkan semua tahan diri dan kedewasaan dalam proses demokrasi ini, jika Anda menang maka sampaikan kemenangan demikian sebaliknya,” kata Ronal menegaskan Bawaslu konsisten jaga kedaulatan masyarakat.
Terkait itu pula, Bawaslu Papua menyoroti kinerja penyelenggara tingkat bawah, baik PPD maupun pengawas lapangan yang dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya.
Ia mencontohkan kejadian video viral pencoblosan surat suara di Kabupaten Asmat, hal tersebut kata Ronald, merupakan kecolongan penyelenggara yang tidak mengawal baik logistik Pilkada.
“Hal itu sebenarnya tidak boleh terjadi, pengawasan itu melekat, logistik harus dikawal hingga kembali ke KPU,” tegasnya.
Terkait dengan persoalan dan bahkan temuan-temuan saat Pilkada di 10 Kabupaten ini, lanjut Ronald menjadi catatan khusus Bawaslu kepada penyelenggara dan pengawas tingkat bawah.
“Kita akan evaluasi ini, jika ada bukti pengawas atau PPD main, maka kita akan proses hukum,” tegas Ronald.
Ronald juga menyarankan KPU baik ditingkat provinsi maupun kabupaten untuk melakukan mengevaluasi hasil Pilkada.
“Persoalannya seperti apa, itu harus dievaluasi agar tidak terjadi kesalahan berulang disetiap moment Pilkada, Pemilu atau Pileg,” katanya.
Ia menambahkan secara keseluruhan hasil Supervisi Bawaslu memang sesuai prediksi dimana potensi masalah akan muncul di Asmat, Nabire, Waropen, Mamberamo Raya, Pegunungan Bintang dan Yahukimo, Yalimo.
“Jadi ini memang kita sudah antisipasi dan lakukan pencegahan bahkan terdapat beberapa masalah temuan lapangan juga dapat diselesaikan saat itu juga, kecuali temuan video viral coblos suara di Asmat,” katanya. (TA)












