Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua, Djuli Mambaya, ST[/caption] “Hari ini sudah disepakati bahwa untuk menandatangani kontrak GEL fisik harus dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Artinya harus ada penandatanganan kontrak perencanaan dulu. Selanjutnya baru bisa lanjut ke penandatanganan GEL fisik,” kata Kadis PURP Papua, Djuli Mambaya, ST kepada wartawan usai pertemuan bersama ratusan pengusaha GEL Papua diruang rapat pimpinan PUPR, Selasa (28/8/2018). Dikatakan, pertemuan tersebut untuk merespon aksi demonstrasi pengusaha GEL Papua sehari sebelumnya yang menuntut segera dilakukan penandatangan kontrak fisik, mengingat anggaran tersebut sudah disetujui DPR Papua. Terkait perbedaan pendapatan diantara para pengusaha GEL, Djuli menyerahkan penyelesaiannya secara internal. Sementara instansi PUPR terus melakukan pembimbingan dan pembinaan agar proyek penunjukan langsung yang dikerjakan itu, bisa bekerja dengan baik. “Saya menghargai pertemuan serta penyampaian aspirasi dari pengusaha GEL. Dalam artian, pertemuan ini juga bagian dari pembelajaran buat mereka, bahwa begitulah mekanisme dalam bekerja, dimana sebelum melaksanakan pekerjaan mesti ada design, patokan kerja atau perencanaan dulu. Tak mungkin bekerja tanpa ada gambar perencanaan,” jelas DJM. Mengenai anggaran kepada pengusaha GEL yang turun Rp75 miliar dari Rp 100 miliar, dia jelaskan, sekitar Rp 25 miliar harus ditender karena sejumlah pekerjaan diatas Rp1 miliar untuk pesisir. “Nanti kita lihat berapa totalnya, tapi yang penting mereka akan terakomodir dalam jumlah banyak. Sebab untuk satu paket senilai Rp500 juta akan dikerjakan oleh lima pengusaha. Yang jelas semuanya akan dapat Rp100 juta keatas. Kalau tahun lalu ada yang satu perusahaan bekerja dengan Rp 25 juta ini menyedihkan dan tidak mendidik,” katanya. Djuli Mambaya juga mengatakan, pihaknya terus melakukan verifikasi jumlah pengusaha GEL Papua dari 388 pengusaha GEL, namun sekarang ada yang tidak aktif tapi ada juga penambahan anggota. (bm)]]>
Pengusaha GEL Sepakat Tanda Tangan Kontrak Fisik Sesuai Mekanisme
Read Also
Recommendation for You

WAISAI, (KT) – Perusahaan transportasi daring (online) internasional, Maxim, secara resmi meluncurkan layanannya di Kota Waisai, Papua Barat Daya. Ekspansi ini dilakukan untuk memperluas akses…

Biak, (KT)– Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus memperkuat koordinasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor guna menjamin keandalan stok dan kelancaran distribusi LPG…

PAPUA PEGUNUNGAN, (KT) – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berkomitmen penuh untuk memperkuat ekonomi di tingkat desa. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Fasilitasi Pembangunan Usaha Ekonomi…

Wamena, (KT) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Papua menyalurkan bantuan berupa alat pertanian kepada empat kelompok tani. Bantuan ini merupakan…

KOBAKMA , (KT)- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua kembali mendekatkan diri kepada masyarakat dengan membuka layanan penukaran uang. Layanan ini dipusatkan di…







