Bupati Bentuk Tim Guna Perbaiki Gizi Buruk Dan Stunting

  • Whatsapp
Bupati Kabupaten Jayawijaya Saat Memberikan Vitamin dan Makanan Tambahan Kepada Anak-Anak Balita Yang Ada di Distrik Welesi

Wamena (KT) – Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Ricahard Banua, SE.M.Si telah membentuk Tim khusus dalam upaya memperbaiki adanya temuan Gizi buruk dan Stunting di Kabupaten Jayawijaya.

Kata Bupati Banua, Tim yang telah dibentuk Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, akan bekerja maksimal selama 90 hari kerja dalam upaya memperbaiki adanya temuan Gizi buruk dan Stunting di beberapa tempat yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Read More

“Dari hasil evaluasi kinerja dari dinas kesehatan maka saya bisa tahu itu dan kita kejar untuk memperbaiki itu,” kata Bupati Jayawijaya, Jumat (14/2/2020).

Dari data yang dilaporkan Dinas Kesehatan, telah ditemukan adanya Gizi buruk dan Stunting di beberapa Puskesmas yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

“Data yang masuk dari Dinas kesehatan cukup banyak juga yah, itupun dari kabupaten lain yang ada tinggal di Wamena,” ungkap Bupati Jayawijaya.

Walaupun demikian, beberapa Puskesmas telah berhasil melaksankan Program Stunting dan pencegahan Gizi buruk, salah satunya ialah Puskesmas Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya.

Menurutnya, dengan program 90 hari kerja, Bupati yakin Tim yang berja akan berhasil menekan permasalahan Stunting dan Gizi buruk di Seluruh Wilayah Kabupaten Jayawijaya, lebih khusus pada Puskesmas yang menjadi temuan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy Mambieuw mengakui, data Gizi buruk dan temuan Stunting sudah dinaikan ke pemerintah.

Menurutnya, banyaknya belum dapat dipastikan dinas kesehatan, namun untuk stunting dan Gizi buruk dipastikan ada.

“Itu yang kita intervensi kurang lebih 90 hari untuk kita evaluasi kembali pemberian makanan tambahan terumata pada kampung dan distrik yang punya angka-angka,” kata dr. Willy.

Diakuinya, yang menentukan terjadinya stunting adalah gizi buruk, selain perumahan, air bersih serta yang lain, oleh karena ini gizi buruk adalah penunjang terjadinya Stunting.

Diakui, untuk tahun 2019 lalu, kita masih ada dalam tahapan RAD atau rencana aksi daerah yang melibatka SKPD terkait, dan untuk aksinya baru dilakukan tahun 2020.

“Jadi angka-angka itu tahun 2020 ini baru kita intervensi, baru dari situ kita akan ketahui berapa banyak capaian kita,” kata dr. Willy.

Diakui dr. Willy, untuk pencegahan Stunting dan Gizi buruk, dinas kesehatan akan bekerja di seluruh Distrik yang ada di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.(NP)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *