Pemda Jayawijaya Kembali Wacanakan Tutup Penerbangan Udara Dua Minggu

Suasana Pemeriksaan Antigen di Ruang Kedatangan Bandar Udara Wamena

Wamena (KT) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali mewacanakan menutup penerbangan udara khusus penerbangan penumpang selama dua minggu.

Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE.M.Si, Rabu (7/7/2021) menyebutkan, penutupan Bandar Udara Wamena khususnya penerbangan penumpang dari Jayapura ke Wamena diwacanakan akan di tutup selama dua minggu.

Hal ini dikarenakan adanya tambahan jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat setiap hari di Kabupaten Jayawijaya.

“Saya kira dengan angka Covid-19 kita yang cukup tinggi yah, kita lihat kemarin juga cukup tinggi dan hari ini juga ada,” kata Bupati Jayawjaya.

Terkati lonjakan itu, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan memanggil tokoh-tokoh seperti PGGJ, FKUB, MUI, untuk menggelar rapat bersama, dalam upaya mengambil langkah dalam hal penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya.

Bupati menyebutkan, adanya tambahan jumlah Kasus Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya, mengakibatkan tiga tempat Isolasi milik Pemerintah Jayawijaya sudah penuh, sehingga harus menggunakan salah satu bangsal yang ada di RSUD Wamena, ditambah 1 ruang transit yang ada di Kawasan RSUD Wamena.

“Itu semua penuh, di Silimo Siloam juga penuh maupun di Wamena hotel juga penuh, da nada tiga ruangan yang digunakan di RSUD untuk penanganan Covid-19,” ungkap Bupati Kabupaten Jayawijaya.

Menurut Bupati, wacana penutupan sementara penerbangan penumpang selama dua minggu, bertujuan untuk melihat dan menekan laju pertumbuhan jumlah Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya.

Untuk ketersediaan Oksigen di RSUD Wamena, Bupati Jayawijaya menyebutkan, ketersediaan Oksigen di RSUD Wamena cukup.

Sementara untuk kebutuhan tenaga kesehatan, Bupati menyebutkan, RSUD Wamena sudah meminta tambahan tenaga honor, guna membantu tenaga medis yang ada di RSUD dan juga yang ada di tempat Karantina.

“Kita bukan bicara relawan, kita menerima orang yang latarbelakang pendidikannya dari kesehatan karena kita rekrut untuk menjadi honor penanganan Covid-19,” kata Bupati Kabupaten Jayawijaya.(NP)

Response (1)

  1. Kalo semua dipaksa harus di ruang isolasi ya penuh lah, harusnya yang gejala ringan dan sedang, diarahkan isolasi mandiri saja, sedang tempat isolasi Pemda khusus yang gejala berat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *