Ketua Kadin : Lockdown Papua Tak Berdampak Pada Aktifitas Dunia Usaha

  • Whatsapp
Ronald Antonio Bonai

JAYAPURA (KT) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua, Ronald Antonio Bonai menyebut kebijakan Pemprov menutup akses keluar masuk Papua, tidak akan berdampak signifikan terhadap dunia usaha.

Sebab kata Antonio, penutupan akses keluar masuk transportasi udara dan laut tersebut, hanya terbatas pada layanan aktifitas penumpang, sementara untuk angkutan barang tetap berjalan normal.

“Kebijakan ini kan seperti pada awal pandemi dan tidak berdampak luar biasa terhadap pelaku usaha dan juga jalannya perekonomian masyarakat,” kata kepada wartawan di Jayapura, Rabu (21/7/2021).

Disisi lain, Antonio menilai kebijakan Gubernur Papua sangat tepat untuk menyelamatkan banyak nyawa masyarakat Papua.

“Kebijakan ini sangat tepat dan baik untuk memproteksi masyarakat di Papua untuk menyambut kegiatan besar, yaitu PON yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang,” ungkapnya.

Untuk itu, Ronald berharap pelaku dunia usaha untuk mengikuti aturan yang telah di tetapkan pemerintah, dalam menjalankan usahanya, sehingga pelaku usaha juga ikut memutus penyebaran covid -19.

“Saya pikir kita hidup dengan covid 19 ini sudah lebih 1,5 tahun, jadi saya pikir semua pelaku usaha dan masyarakat sudah memahami pola hidup yang baru ini, seperti 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak),” katanya.

Disisi lain, kata Ronald, Kadin Papua juga turut mendorong program pemerintah dalam hal vaksinasi Covid-19. Kadin, kata Ronald telah menjadwalkan kegiatan vaksin gratis bari para pelaku usaha mulai tanggal 23-34 Juli 2021.

“Vaksinasi gratis ini tak hanya diperuntukkan untuk pelaku usaha saja, tapi masyarakat umum juga bisa ikut hanya dengan membawa identitas KTP atau SIM,” kata dia.

Kata Ronald, untuk Gebyar Vaksin Kadin Papua ini menargetkan 400 orang, masing-masing 200 orang di hari pertama dan dilanjutkan 200 orang dihari kedua. (TA)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *