Demokrat Papua Ikut Polisikan Wamendes Budi Arie

  • Whatsapp

JAYAPURA (KT) – DPD Demokrat Papua secara resmi melaporkan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes) Budi Arie Setiadi atas dugaan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik.

“Hari ini kami dari tim hukum DPD Demokrat Papua mengajukan laporan langsung ke Ditreskrimsus Siber Papua, untuk tindak lanjut postingan facebook Wamendes Budi Arie Setiadi pada 24 Juli lalu,” kata Ketua Bidang Hukum Demokrat Papua, Taufic Darus didampingi Sekretaris Demokrat, Boy Markus Dawir usai membuat laporan di Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Papua, Senin (2/8/2021)

Demokrat Papua, kata Taufic menjerat Wamendes dengan sejumlah pasal, yakni
dugaan pelanggaran pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, pasal 27, 28 dan 45 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Jadi memang ada sejumlah pasal yang kami sangkakan, nanti pihak kepolisian akan membedah perkara tersebut,” katanya menambahkan hingga saat ini postingan Wamendes tersebut belum dihapus.

Sementara, Sekretaris Demokrat Papua, Boy Dawir menjelaskan Demokrat se Indonesia secara serentak melaporkan Wamendes, atas firnah yang disampaikan melalui postingan di Facebook.

” Kami merasa dirugikan, sehingga seluruh pengurus Demokrat se Indonesia, sejak jumat kemarin serentak melaporkan Wamendes, sebab unggahan Budi di media sosial itu sengaja membentuk opini buruk terhadap Partai Demokrat,” kata pria yang akrab disapa BMD ini.

BMD sendiri menyesalkan sikap seorang pejabat Negara yang dinilai sengaja melakukan fitnah terhadap Demokrat. Padahal menurutnya, jika ada target-target tertentu tidak perlu saling serang antar partai, namun menyiapkan pimpinan partai menuju pertarungan 2024 nanti.

“Tidak perlulah main fitnah partai sana sini, tapi tunjukkan kinerja dan program kita kepada rakyat, sehingga rakyat bisa percaya kepada siapa dan dari partai mana untuk dipilih menjadi Presiden dan Wapres di 2024, kan targetnya kesana,” tegas BMD

Atas laporan tersebut, Demokrat Papua khususnya dan Partai Demokrat se Indonesia minta Kepolisian dapat menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami harap Kepolisian duduk pada posisi hukum sehingga kebenaran dan keadilan ditegakkan, dan jangan berat sebelah,”kata BMD.

Sebelumnya, melalui akun Facebook, Wamendes Budi Arie mengunggah karikatur yang menggambarkan lima jari. Pada setiap jari, ada boneka yang saling berkelahi. Ada pula tulisan “DE-MO-K-RA-T” pada lima jari di karikatur tersebut.
“Pakai tangan adik-adik mahasiswa lagi untuk kepentingan syahwat berkuasanya #BONGKARBIANGRUSUH,” tulisnya. (TA)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *