Befa : Tak Perlu Kaitkan Kesehatan Gubernur Dalam Bursa Pencalonan Wagub Papua

  • Whatsapp
Befa : Tak Perlu Kaitkan Kesehatan Gubernur Dalam Bursa Pencalonan Wagub Papua

JAYAPURA (KT) – Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE, M. Si menepis tudingan yang menyebut dirinya tengah melakukan lobi, untuk meraih dukungan DPP 9 Parpol Koalisi Papua Bangkit Jilid II.

Ia Optimis dua partai yang saat ini mengusulkan namanya, dapat memberi jaminan baginya, untuk masuk dalam bursa pencalonan Wakil Gubernur Papua, mendampingi Lukas Enembe sisa periode jabatan 2018-2023.

Read More

“Dukungan NasDem dan PKS menurut saya sudah cukup, saya percaya dua Parpol ini sangat idealis dan visioner, tidak ada budaya mahar,” kata Befa yang juga ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua ini, Selasa (24/8/2021).

Befa pun mempersilahkan juragan-juragan Politik untuk melakukan manufer alias lobi di Jakarta. Yang pasti, dua nama yang diputuskan Koalisi nantinya, adalah putra-putra terbaik Papua, dan ia pun akan mendukungnya.

“Jadi tak perlulah ke Jakarta,” katanya singkat.

Dilain sisi, Befa menyayangkan manufer sejumlah elite politik yang bermain dibelakang layar, yang sengaja membentuk opini masyarakat dengan mengakait-kaitkan kesehatan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

“Harusnya berdoa pak Gubernur selalu diberikan kekuatan, kesehatan dan diberkati. Jangan buat kesan yang justru memperkeruh situasi, Siapa kamu yang pegang kendali kesehatan dan umur manusia, stop ya. Tuhan akan melindungi dan memberikan kesehatan kepada Pak Gubernur,” tegas Befa.

Demikian juga, lanjut Befa berbagai argumen, pendapat maupun statment langsung, yang menyebut seolah pilihan dua nama yang dilingkari Gubernur sudah final.

“Papua milik bersama, jadi tak perlu bawa kepentingan pribadi dalam tahapan Koalisi. Kita harus menghormati mekanisme yang ada dan tahapan yang sedang berjalan,” katanya.

Sebab, saat ini semua pimpinan Partai dalam koalisi sangat tahu persis mekanisme di daerah telah selesai, dan sedang menunggu keputusan Nasional.

“Rakyat papua akan baik-baik saja dan Tuhan yang jaga Papua kita. Akhirnya jangan kelola isu Wagub Papua, kayak kopu barang pribadi. Papua milik kita bersama kita ikuti mekanisme. Mekanisme lokal sudah selesai kita tunggu mekanisme Nasional,” tandasnya. (TA)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *