Pemda Yahukimo Cabut Ijin Organisasi Alumni Mahasiswa Se-Jawa, Bali, Sumatera, Ini Alasannya !!

  • Whatsapp
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH

YAHUKIMO (KT) – Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Kesbangpol mencabut ijin organisasi Alumni Mahasiswa Se-Jawa, Bali, Sumatera. Pasalnya, sekumpulan orang yang masuk dalam organisasi tersebut dianggap sebagai oknum yang sengaja membuat perpecahan, propaganda untuk menghancurkan wibawa pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Yahukimo.

“Pemerintah sudah batalkan ijin organisasi untuk Alumni Mahasiswa se Jawa, Bali dan Sumatra ini. Dari beberapa catatan, karena kelompok ini telah tiga kali membuat rusuh hingga menyebabkan korban jiwa, barang dan asset pemerintah dan bahkan milik masyarakat menjadi korban,” tegas Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH dalam wawancaranya, Kamis (17/3).

Read More

Disini Bupati Didimus tidak mengeneralisir semua alumni mahasiswa tersebut adalah oknum yang menjadi biang kerok beberapa kerusuhan yang terjadi di Yahukimo. Namun, diakui Bupati bahwa dalam kelompok tersebut terdapat beberapa oknum yang diduga kuat sebagai otak dibalik propaganda dan bahkan memainkan isu yang tidak benar untuk memecah- belah pemerintahan dan situasi keamanan masyarakat Yahukimo saat ini.

” Demo ini tidak perlu, pemerintah tidak menutup keran demokrasi di daerah ini, tapi perlu diingat juga Yahukimo ini masih rawan dan kita ini masih berduka, jadi kita harus hikmat dan bijaksana,” katanya.

Bupati Didimus dalam keterangannya menyampaikan bela sungkawa atas korban jiwa serta kebakaran sejumlah fasilitas pemerintah dan masyarakat. Tapi, disisi lain, Bupati menyampaikan kekecewaanya, lantaran aksi demo tersebut ditunggangi maksud lain, dengan menebarkan isu-isu liar, hoax termasuk membawa-bawa nama kepala daerah untuk kepentingan lawan Politik.

“Kami berduka, kehilangan dan kecewa karena demo itu memakan korban jiwa. Harusnya tidak perlu ada Demo, karena kita tau sendiri masyarakat kita disini masih trauma, airmata belum kering karena kejadian oktober silam,” tegas Bupati Didimus.

Iapun menegaskan, bahwa kejadian demo memakan korban tersebut adalah murni tanggung jawab korlap Demo dan orang yang menandatangani untuk pertanggung jawaban Demo yakni Alumni Mahasiswa Jawa, Bali, Sumatera.

“Mereka ini yang harus bertanggung jawab. Kita pemerintah adalah korban dan berduka, jadi jangan membalikkan fakta dan menuduh Bupati yang memerintahkan aparat untuk menembak korban. Itu tidak benar, saya membantah itu,” tegas Bupati.

” Saya katakan itu pikiran konyol, sesat dan pikiran orang yang tidak berpendidikan. Saya sudah 20 tahun disini, semua orang kenal saya. di KPU suara saya hilang saya tidak ribut atau ajak orang demo, tapi saya bisa menjabat 20 tahun di DPRD dan pemerintah saat ini, itu artinya saya tidak di blacklish. Perlu juga diingat, pemerintah tidak memiliki kewenangan memerintahkan aparat untuk menembak, jadi jangan sebarkan isu dan berita hoax untuk menjatuhkan wibawa pemerintah,” tegasnya.

Bupati pun tak segan menyampaikan bahwa oknum yang sengaja membuat penciptaan opini sesat di media sosial, baik Facebook, Twitter dan menyebarkan informasi hoax melalui groub-groub WhatsApp merupakan oknum yang berperilaku sesat dan terkutuk.

“Orang-orang ini akan mendapatkan balasan dari Tuhan, dan mereka harus pertanggung jawabkan perbuatannya,” tegas Bupati.

Terkait dengan para korban demo, Bupati mengaku telah menemui keluarga korban dan Bupati pun memastikan situasi dan kondisi Kabupaten Yahukimo khususnya di Kota Dekai telah berjalan normal.

“Saat ini situasi keamanan sudah terkendali dan keluarga korban telah menerima kondisi tersebut sebagai satu musibah.
keluarga korban langsung mendatangi saya dan meminta ijin untuk lokasi pemakaman, saya telah memberikan persetujuan untuk pemakaman dimana lingkungan tempat korban berdomisi, dengan harapan makam tersebut dapat terlihat baik,” kata Bupati

Selain itu, Pemerintah juga telah memberikan bantuan terkait dengan kondisi tersebut. Kata Bupati, Pemerintah prihatin dengan kondisi yang terjadi, dan pemerintah pun peduli, apalagi yang menjadi korban adalah masyarakat Mek.

“Korban itu adalah kader saya, masyarakat saya, kader Gereja GIDI. Kami sangat berduka,” katanya. **

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *