Pesawat dan Helikopter Milik Pemkab Mimika Jadi Polemik, Dishub Minta Pendampingan Kejaksaan

  • Whatsapp
Pesawat dan Helikopter Milik Pemkab Mimika Jadi Polemik, Dishub Minta Pendampingan Kejaksaan

TIMIKA (KT) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika tengah berupaya menyelamatkan aset kepemilikan pesawat Cessna Grand Caravan dan helikopter Airbush B3 Registrasi PK-LTA yang saat ini berpolemik dengan PT Asian One Air.

Pasalnya, pesawat yang dibeli dengan uang rakyat senilai Rp.85 miliar dari APBD 2015 itu disewa oleh Asian One Air namun sejak tahun 2020 Asian One Air menunggak pembayaran hasil sewa sebesar Rp.21 miliar kepada Pemkab Mimika. Sementara keberadaan helikopter sekarang berdasarkan data AirNav, helikopter itu berada di Nabire.

Read More

“Kami minta untuk dikembalikan. Pemda dalam hal ini Dinas Perhubungan menyurati PT Asian One Air untuk memgembalikan aset satu buah helikopter airbush PK LTA yang statusnya ada di nabire,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Ida Wahyuni, Kamis (4/8/2022).

Adapun untuk pengelolaan selama ini, terungkap bahwa pesawat Cessnaa di kontrak dengan system sewa bagi hasil. Helicopter sendiri dari Bea cukai menyebut barang itu adalah milik asing dan harus dikembalikan lantaran izin impor telah berakhir.

“Kejaksaan sudah mengeluarkan surat agar itu (helicopter) tidak keluar (diekspor ke negara asal). Kalau Caravan ada di hangar Pemda. Kami menyurat saja. Kalau (Asian One) tetap ngotot, kita sudah meminta pendampingan ke kejaksaan,” ujarnya.

Polemik aset daerah itupun mendapat sorotan dari DPRD Mimika. Melalui Komisi B, dibentuklah panitia khusus (Pansus).

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis sore, Ketua Komisi B DPRD Mimika Nurman S Karupukaro mengatakan bahwa sebagai lembaga pengawas, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah pihak terkait seperti Dinas Perhubungan, dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Pihaknya pun mendukung langkah cepat Pemkab Mimika melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika yang kini telah memulai melakukan penyelidikan terhadap kasus pesawat maupun helikopter milik Pemkab Mimika.

“Makanya tadi kita rapat, kita undang yang belum hadir adalah dari Badan Pendapatan Daerah. Tapi sudah disampaikan tertulis, nanti dalam waktu dekat kita undang juga,” ujarnya.

Beberapa rekomendasi pun diberikan, seperti, meminta Bupati Mimika Eltinus Omaleng untuk mendesak pihak Asian One Air agar melunasi hutang yang belum dibayarkan ke Pemkab Mimika sebesar Rp21 miliar. Selanjutnya, menghadirkan helikopter Airbush PK LTA dalam minggu ini juga.

“Kalau tidak, DPRD akan meminta lagi kepada pihak yang berwajib untuk menghadirkan aset daerah itu kembali ke Kabupaten Mimika,” katanya.

“Pesawat ini dibeli dengan uang rakyat 85 miliar, itu dari APBD 2015 yang saat itu dibelanjakan berupa pesawat caravan dan dan helikopter. Tapi sampai hari ini pemerintah belum mendapatkan keuntungan apa-apa dari penggunaan pesawat dan juga helicopter,” ujarnya menambahkan.

Padahal, pengadaan pesawat di tahun 2015 dimaksudkan untuk melayani masyarakat Mimika. Yangmana, pada waktu itu, Pemkab Mimika telah memiliki 1 unit pesawat jenis Pilatus, namun mengalami musibah kecelakaan. Kemudian sebagian dari asuransi pesawat tersebut dipakai untuk membeli pesawat baru.

Selain itu, Nurman mengaku bahwa komisi B kaget lantaran baru mengetahui adanya sewa menyewa antara Pemkab Mimika dengan Asian One Air. Hal itu setelah adanya catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap LKPJ Bupati Mimika tahun anggaran 2021.

Catatan itu menjelaskan bahwa BPK meminta kepada Bupati Mimika untuk segera memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan udara menarik aset pesawat dan helikopter, kemudian meminta kepada PT Asian Air One segera membayar hutang Rp21 miliar kepada Pemkab Mimika.

“Setelah pendalaman oleh komisi B, ternyata ada banyak sekali masalah mulai dari pembelian, sebelum pembelian, mulai perencanaan dan semuanya sampai terakhir ini, semua penuh masalah. Kita tujuannya adalah menyelamatkan aset, kemudian aset ini akan dipergunakan selanjutnya untuk kepentingan masyarakat secara penuh,” kata Nurman. (SL)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *