BPP PHRI Resmi Lantik Abdul Rajab Sebagai Ketua BPD PHRI Papua

  • Whatsapp
BPP PHRI Resmi Lantik Abdul Rajab Sebagai Ketua BPD PHRI Papua

JAYAPURA (KT) – Ketua Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani resmi melantik Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI Papua, Abdul Rajab sebagai ketua terpilih periode 2022-2027 dalam Musyawarah Daerah Ke-IX BPD PHRI Papua di hotel Batiqa, Sabtu (13/8/2022).

Ketua BPD PHRI Papua, Abdul Rajab mengatakan, pemilihan kepengurusan BPD PHRI Papua periode 2022-2027 yang baru dapat dilaksanakan hari ini berjalan lancar. Pemilihan juga turut dihadiri Ketua BPP PHRI serta Sekretaris Jenderal BPP PHRI, karena memang kepengurusan yang lama itu telah demisioner.

“Sudah dua periode yang lalu, maka demikian dari pengurus BPP itu membentuk caretaker,” kata Abdul kepada wartawan usai pelantikan, Sabtu petang.

Menurutnya, untuk program-program ke depannya akan dibahas oleh pengurus dalam rapat kerja. Dimana, para pengurus yang masuk ke dalam struktur kepengurusan yang baru berharap agar kepengurusan yang baru ini dapat lebih baik dari yang sebelumnya.

“Itu kita tingkatkan, kalau mengenai masalah strukturnya ada beberapa yang tertunda sidang komisi. Nanti dalam waktu dekat kita laksanakan,” ujarnya.

Contoh program secara konkret, imbuhnya, BPD PHRI Papua akan memberi pemahaman kepada para pemilik hotel dan pemilik restoran mengenai manfaat dari PHRI. Di sisi lain, PHRI juga berupaya untuk terus berhubungan dengan stakeholders terkait, termasuk stakeholders beberapa Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Karena khusus di Kota Jayapura, atau Papua pada umumnya, kita baru mengadakan moment PON di tahun 2021. Maka dengan demikian, kita sudah siap dibanding dengan daerah lain,” tandasnya.

Ia menambahkan, dari sisi pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan Kota Jayapura dari restribusi hotel cukup besar karena mencapai 17 persen dari jumlah PAD Kota Jayapura.

“Itu bukan asumsi tapi itu data. Jadi seharusnya dari dinas terkait, harusnya menilai juga kita ini mitra,” kata Abdul.
Untuk lebih jelasnya, lanjutnya, nanti setelah terbentuk struktur kepengurusan yang baru. Pihak BPD PHRI Papua telah menjanjikan kepada Ketua BPP dan Sekjen akan membentuk kepengurusan dalam waktu dekat.

Ia berharap, semoga dengan kepengurusannya yang baru ini, pihaknya dapat melibatkan semua anggota PHRI mulai dari panitia Musda maupun pemilik hotel dan pemilik restoran.

“Karena terkadang kalau cuma GM (General Manager) dicari sama ownernya terkendala disitu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ke depannya, BPD PHRI Papua akan sowan ke beberapa owner, termasuk owner restoran. Untuk meminta ijin dalam membesarkan PHRI di Papua karena berbicara PHRI itu banyak pihak yang dilibatkan bukan saja hotel namun termasuk restoran. Dan restoran di Kota Jayapura telah mulai menjamur khususnya di pantai seputar Jembatan Youtefa atau Jembatan Merah telah ada beberapa restoran dan itu perkembangannya sangat pesat.

Nah, restoran restoran ini, menurutnya, masih dibawah naungan PHRI juga dan mereka telah ada itu dalam kepengurusan seperti restoran Djoeragan Dapoer dan restoran Sultan Sseafood,

“Nanti kita lihat dan datangi lagi yang lain. Itu menjadi pekerjaan rumah buat kita pengurus,” pungkas Abdul Rajab.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Pusat PHRI, Haryadi Sukamdani menyebutkan, Musda ke IX BPD PHRI Papua berjalan baik dan lancar. Pemilihan yang dilaksanakan secara sidang Paripurna berjalan baik dan ada dua orang kandidat ketua BPD PHRI. Dan, akhirnya terpilih Abdul Rajab sebagai Ketua BPD PHRI Papua.

“Alhamdulilah hari ini kita dapat melihat proses pemilihan yang sangat baik,” ujarnya.

Ia mensyukuri kondisi pemilihan ketua yang berjalan kondusif dan berharap hal ini menjadi tradisi dalam tubuh PHRI. Ia menilai bahwa kontestasi dari pemilihan ketua itu tidak perlu diikuti salah satu pihak mutung atau mogok. Tidak mau membantu rekannya terpilih, sebaliknya yang tidak terpilih harus membantu yang terpilih.

“ini adalah budaya yang harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya,” kata Hariyadi.

Ia juga sangat berharap PHRI ke depan akan selalu solid. Dan, kesolidan itu pasti akan memberikan keuntungan bagi anggotanya.

“Karena dengan solidnya anggota maka aspirasinya juga akan didengar pemerintah juga stakeholder lainnya,” pungkasnya. (rico)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *