Pembukaan Akses Jalan Wamena – Yahukimo Telah Tembus Distrik Mugi

  • Whatsapp

YAHUKIMO (KT) – Pekerjaan pembukaan akses jalan tembus Wamena menuju Yahukimo yang mulai dikerjakan sejak tahun 2021 lalu mulai menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

Informasi terkini, pengerjaan pembukaan jalan telah dikerjakan hingga ke Ibu Kota Distrik Mugi di Hitugi, artinya 14 km lagi maka jalan tembus Wamena menuju Yahukimo (Distrik Dekai) sudah terbuka, dan masyarakat dapat melakukan perjalan dengan menggunakan transportasi darat.

Bupati Didimus Yahuli mengatakan pengerjaan pembukaan akses jalan Wamena menuju Yahukimo ini memang membutuhkan waktu yang panjang dan anggaran yang sangat besar. Sebab, medan yang dilalui sangat berat dengan jarak tempuh yang sangat panjang.

“ Kita bersyukur kepada tuhan, pembukaan jalan ini sudah tembus ke Hitugi, artinya akses transportasi darat sudah terbuka dimana masyarakat dapat melakukan perjalana ke wilayah gunung khususnya di wilayah Soba, Ninia, Sobaham dan seterusnya,” kata Didimus, Jumat (6/1/2023).

Ia menjelaskan, pembukaan akses jalan tembus dari perbatasan Wamena menuju Yahukimo melewati beberapa distrik di Kabupaten Yahukimo, mulai dari Wamena – Seima menuju Hitugi. Selanjutnya dari Hitungi akan melewati Yogosem dan dilanjutkan ke arah Ninia dan Sobaham, Wikma dan sekitarnya.

Sementara dari wilayah Utara juga akan dilakukan pembukaan akses jalan menuju wilayah Yomote menuju Pangema. Jika akses ini telah terbuka, maka secara otomatis maka akan mempermudah transportasi darat masyarakat yang berada di wilayah Proggoli, Panggema, Walma, Anggruk, Heriabni dan Ubahak.

“Pekerjaan yang terberat berada di wilayah Yogosem setelah jembatan, karena harus melewati Gunung tertinggi
di wilayah Timur Jayawijaya, yakni Gunung Saosa,” kata Didimus.

Namun demikian, Didimus sangat optimis secara perlahan proses pekerjaan ini akan tetap tuntas, sehingga akan mempermudah masyarakat Yahukimo yakni masyarakat Mugi khususnya dan masyarakat Yali Hubla untuk dapat menggunakan akses transportasi darat.

“Jadi untuk pekerjaan 14 km ini akan tetap kita perjuangkan baik menggunakan ApBD kabupaten atau APBD Provinsi. Memang kedengarannya gampang, namun situasi dan kondisi medan, audah pasti pekerjaan jalan ini sangat berat. Tapi kita tidak bisa menunggu atau menyerah begitu saja, walaupun dengan jarak yang pendek dan anggaran terbatas kita harus kerjakan pembukaan akses jalan ini,” jelasnya. **

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *