Warga Wouma Minta Pj Gubernur Provinsi – PP Batalkan Pembuatan Sertifikat Tanah 72 Hektar di Welesi

  • Whatsapp
Massa Aksi Yang Sedang Duduk di Jalan Depan Kantor Gubernur Provinsi Papua

Wamena (KT) – Warga Masyarakat Yang terdiri dari Klen Marga di Distrik Wouma meminta Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan (Provinsi-PP), Nikolaus Kondomo untuk segera mencabut Sertifikat penyerahan 72 Lokasi Tanah yang diserahkan oleh Oknum Tertentu.

Warga Klen Marga dari Distrik Wouma itu dalam melakukan aksi dengan damai, dengan duduk bersama di Jalan besar tepatnya depan Kantor Gubernur Provinsi-PP.

Read More

Koordinator Aksi Demo Damai Warga Wouma, Kaitanus Ikinia dalam keterangannya pada media ini meminta PJ Gubernur Provinsi – PP untuk segera membatalkan pembuatan Sertifikat Tanah seluas 72 Hektar di Wilayah Distrik Welesi hingga Wouma.

Pj. Gubernur Provinsi Papua diminta memfasilitasi pertemuan beberapa Klen Marga dalam beberapa Suku untuk membicarakan dan menjelaskan terkait batas-batas Wilayah milik Klen Marga.

“Kami tahu, Lokasi 72 Hektar itu sudah di Ukur, dan sudah buat petanya dan di serahkan kepada Pj. Gubernur Provinsi-PP, sehingga kami minta Segera batalkan pembuatan Sertifikat Tanah,” ungkap Kaitanus.

Menurutnya, Oknum-oknum yang menyerahkan tanah itu sama sekali tidak bertanggungjawab dengan masyarakat yang ada di sekitar, karena Lokasi yang diserahkan sepihak merupakan lokasi untuk mencari nafkah atau tempat berkebun bagi masyarakat.

Sementara itu, salak satu koordinator Aksi, Manu Ikinia meminta kepada PJ Gubernur Provinsi-PP untuk segera mencabut atau membatalkan Rencana pembuatan Sertifikat Tanah seluas 72 Hektar yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi Kantor Gubernur Provinsi Papua.

“Soal Lokasi ini bukan ada dan diselesaikan di Polisi, ini ada final di Gubernur, jadi kami minta Pj Gubernur segera batalkan pembuatan Sertifikat tanah,” ungkap Manu.

Manu juga meminta, Pj. Gubernur segera memanggil oknum pihak- pihak yang mengatasnamakan suku, memanggil Kepala Pertanahan Wamena, untuk bersama-sama warga membicarakan batas Wilayah tanah.(NP).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *