Befa Yigibalom Klaim, 90 Persen Masyarakat La-Pago Terima DOB

  • Whatsapp
Acara Syukuran 10 Tahun Kepemimpinan Bupati Lanny Jaya dan Pelantikan Ketua Asosiasi Bupati Se-Lapago di Wamena dan Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom

Wamena (KT) – Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom mengklaim 90 Persen Masyarakat yang ada di Wilayah La-Pago menerima Daerah Otonomi Baru (DOB).

Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Lanny Jaya di kediamannya, Kamis (19/5/2022), usai pelaksanaan kegiatan Syukuran 10 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lanny Jaya, sekaligus syukuran pelantikan Ketua Asosiasi Bupati Se-Pegunungan Tengah Papua (La-Pago) di Wamena.

Read More

Befa Yigibalom menyebutkan, acara tanggal 19 Mei 2022 merupakan momentum penting bagi dirinya untuk menjelaskan kepada puluhan ribu masyarakat yang hadir tentang peristiwa dan apa yang akan terjadi di Negara Indonesia terutama di Provinsi Papua dan juga menuju Provinsi Pegunungan Tengah Papua.

Acara Syukuran 10 Tahun Kepemimpinan Bupati Lanny Jaya dan Pelantikan Ketua Asosiasi Bupati Se-Lapago di Wamena dan Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom

“Lihat sikap puluhan ribu rakyat tadi, bukan seribu dua ribu yang suka demo-demo, kalaupun ada yang mau turun puluhan ribu untuk demo penolakan bisa juga,” ungkap Befa Yigibalom.

Menurut Befa Yigibalom, puluhan ribu masyarakat yang hadir dilapangan terbuka di Honailama, tidak mengetahui sebab-akibat persoalan, karena kehadiran mereka di lapangan terbuka sudah siap menerima Provinsi Pegunungan Tengah Papua.

Sehingga, dari apa yang dilihat dilapangan terbuka di Honailama, Befa yakin bahwa pada dasarnya 90 Persen masyarakat Pegunungan Tengah menerima DOB.

Sehingga, dirinnya berharap kepada Pemerintah Pusat, jika ingin memberikan DOB di Papua La-Pago, silahkan untuk tetapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, namun jika Pemerintah Pusat ingin memberikan DOB bagi Papua La-Pago, pemerintah pusat diharapkan memberikan dengan sepenuh hati.

Artinya, Pemerintah Pusat harus memberikan kewenangan yang penuh sesuai dengan bobot dan harga diri Negara, karena Provinsi Pegunungan Tengah akan menjadi barometer bagi Provinsi lainnya khusus di Tanah Papua, sehingga regulasi anggarannya harus diperjelas pemerintah pusat, dana aparaturnya harus jelas mendekati 1 Triliun, dana Infrastruktur harus 1,5 Triliun dan dana Ekonomi serta kesehatan harus 1 Triliun, sehingga alokasi dana untuk Provinsi Pegunungan Tengah harus 5 Triliun.

“Sebab, bahasa di pusat rakyat sudah tahu bahwa ini untuk mempercepat dan untuk mensejahteerakan rakyat, jika hal ini tidak terjadi maka masyarakat La-Pago akan mencatat bahwa Pemerintah Pusat berbohong,” kata Befa Yigibalom.

Menurutnya, selama ini terjadi tabir kegelapan antara pro dan kontra terkait DOB sudah menjadi jelas, sehingga dapat dikatakan bahwa masyarakat di Pegunungan Tengah menerima Provinsi Pegunungan Tengah Papua.

Diakui Befa, masyarakat yang ada di Jayawijaya dan Pegunungan Tengah menginginkan perubahan dan siap menerima perubahan yang dibuat oleh pemerintah Pusat.

“Yang berikut, mereka yang ada di Provinsi Papua, Pak Gubernur dan jajarannya, Pak MRP DPRP, kamu pakai nama siapa menolak Pemekaran Provinsi, rakyat besar tadi sudah lihat,” ungkap Befa Yigibalom.

Befa Menyebutkan, masyarakat yang ada di La-Pago sudah mengerti, sehingga dirinya mengklain bahwa 90 Persen masyarakat mendukung DOB, sehingga pemerintah Pusat segera mengesahkannya.(NP)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *