Kepala Suku dan Warga Minta Ka Puskesmas Musatfak Diganti

  • Whatsapp
Nampak Warga Masyarakat Musatfak Sedang Duduk di Depan Puskesmas Musatfak

Wamena (KT) – Kepala suku dan warga masyarakat yang ada di Distrik Musatfak meminta kepada Pemerintah Jayawijaya untuk mengganti Kepala Puskesmas (Kapus) Distrik Musatfak.

Permintaan itu disampaikan beberapa Tokoh penting termasuk Kepala Suku yang ada di Wilayah Distrik Musatfak, Selasa (24/1/2023).

Read More

Lazarus Alua, selaku Kepala Suku di Wilayah itu sangat kecewa dengan pelayanan kesehatan yang di berikan petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas Musatfak.

Karena, petugas sering datang terlambat untuk membuka jam pelayanan, ditambah lagi petugas puskesmas sering datangnya cepat dan pulang lebih awal, sehingga banyak masyarakat yang ingin berobat kadang harus menunggu dan terpaksa memilih untuk pulang dan kadang memilih untuk berobat ke Kota Wamena.

Selaku kepala Suku di Distrik Musatfak, dirinya menginginkan pelayanan Kesehatan di Puskesmas berjalan Maksimal, namun pada kepemimpinan Kepala Puskesmas yang ada saat ini, Pelayanan di Puskesmas Musatfak semakin buruk.

Sehingga, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk segera mengganti Kepala Puskesmas Musatfak dan bisa mengkaderkan anak-anak asli yang punya hati untuk melayani masyarakat.

Hal Senada juga disampaikan Wilhelmus Wetipo selaku Tokoh Gereja di Distrik Musatfak yang menyayangkan aktifitas pelayanan kesehatan yang kurang baik kepada masyarakat yang ada di Distrik Musatfak.

“Saya selalu ada di sini, saya orang sini, tapi kalau pohon kasuari yang depan Puskesmas ini bisa bicara, dia pasti tahu,” ungkap Wilhelmus Wetipo.

Masyarakat di Distrik Musatfak menginginkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dapat berjalan dengan baik, namun selama ini masyarakat sangat kecewa, karena Petugas sering datang terlambat dan pulang cepat dari Puskesmas.

Selain itu, dirinya juga merasa kecewa karena kendaraan ambulance bantuan Pemerintah tidak menetap di Puskesmas, namun di bawa ke kota dan digunakan oleh Pegawai hingga rusak.

Mewakili tokoh Pendidikan, Anton Wetipo menyampaikan kekesalannya terhadap petugas Kesehatan yang bekerja di Puskesmas Musatfak.

Menurutnya, Kepala Puskesmas dan Dokter serta petugas kesehatan lainya harus melayani dengan benar di Puskesmas Musatfak, bukannya datang paling lama tetapi pulang paing cepat.

Dirinya juga sangat kecewa, karena kendaraan Dinas yang ada untuk Puskesmas Musatfak tidak selalu berapa di tempat, namun selalu digunakan oleh Pegawai dan akhirnya sudah rusak.

Sementara itu, Mewakili 10 Kepala Kampung yang ada di Distrik Musatfak, Ismail Alua menyebutkan, masyarakat di Distrik Musatfak merindukan pelayanan kesehatan yang baik, namun hal itu tidak diberikan oleh Petugas kesehatan karena buruknya Kepemimpinan Kepala Puskesmas Musatfak saat ini.

“Akibat buruknya pelayanan Kesehatan di bawa kepemimpinan Kepala Puskesmas saat ini, akhirnya Kepala Suku mewakli masyarakat yang ada di Distrik Musatfak memelang Pintu Puskesmas,” ungkap Ismail Alua.

Menurut Ismail Alua, Kepala Puskesmas saat ini tidak baik, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada di Distrik Musatfak.

“Kami sudah duduk buka forum bersama, jadi kami butuhkan tenaga yang baru, kami tidak bisa cari orang dari luar, tetapi kader yang ada di Musatfak sementara kami akan minta ke pemerintah,” ungkap Ismail Alua.

Diakuinya, dalam Forum terbuka di depan Puskesmas Musatfak, Masyarakat dan tokoh-tokoh penting lainnya sudah sepakat agar Kepala Puskesmas Musatfak saat ini di ganti.

Ditempat yang sama, Kepala Distrik Musatfak, Anton Hubi menjelaskan, aksi pemalangan memang wajar dilakukan, sehingga dapat ditemukan solusi perbaikan layanan kesehatan di Distrik Musatfak.

Menurutnya, dari pertemuan bersama masyarakat, telah ditemukan bahwa dalam Puskesmas Musatfak, baik antara pimpinan dan bawahan tidak kerjasama, sehingga terjadi kecemburuan sosial, sehingga masalah ini berdampak kepada pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ada juga gangguan kepada Petugas kesehatan sehingga mereka merasa trauma,” ungkap Anton Hubi.
Terkait permintaan masyarakat untuk mengganti Kepala Puskesmas, Anton menyebutkan, dirinya hanya bisa menawarkan kepada masyarakat agar Kepala Puskesmas bisa bekera uji coba selama 6 bulan, sehingga dalam proses uci coba itu, Kepala Puskesmas dapat berbenah untuk memperbaiki layanan kesehatan di Puskesmas Musatfak.(NP)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *